DANA NASABAH BRI RAIB

by
KORBAN SKIMMING - Sejumlah nasabah BRI diduga menjadi korban skimming di ATM Polres Pekalongan. Total kerugian dari puluhan nasabah ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

**Diduga Jadi Korban Skimming
**Korban Diduga Puluhan Orang
**Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

KAJEN – Dana sejumlah nasabah BRI raib hingga ratusan juta rupiah dari beberapa mesin ATM di Kabupaten Pekalongan. Dari penelusuran Radar Pekalongan, diperkirakan ada sekitar 20 orang lebih yang kehilangan uangnya saat melakukan transaksi melalui ATM BRI di Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar mereka melakukan transaksi di ATM BRI Polres Pekalongan, baik itu mengecek saldo, transaksi transfer, maupun penarikan tunai di ATM tersebut pada Senin (7/9/2020).

Beberapa di antaranya melakukan transaksi di ATM BRI Karanganyar dan ATM BRI Kajen. Kerugian dari puluhan nasabah itu diperkirakan lebih dari Rp 200 juta.



Dari penelusuran lapangan, sebagian besar korban merupakan anggota Polres Pekalongan, bahkan beberapa di antaranya merupakan perwira.

Masing-masing korban mengalami kerugian bervariatif. Korban ada yang kehilangan dana Rp 1,2 juta, Rp 2,5 juta, Rp 5 juta, dan ada pula yang hingga Rp 10 juta. Sebagian dari korban sudah melapor ke Polres Pekalongan. Diduga, nasabah ini menjadi korban skimming di ATM Polres Pekalongan tersebut. Sekadar untuk diketahui, skimming adalah suatu tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Sementara itu, Aestika Oryza Gunarto, Corporate Secretary Bank BRI, menyatakan, Bank BRI saat ini sedang melakukan investigasi mengenai kejadian tersebut. Apabila terbukti merupakan tindak kejahatan perbankan skimming, lanjut dia, BRI akan bertanggung jawab atas kerugian nasabah dan menyelesaikan hal tersebut.

Bank BRI mengimbau nasabah untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data pribadi nasabah kepada pihak manapun dan menegaskan bahwa BRI tidak pernah meminta PIN ATM maupun password kepada nasabah.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. (had)