Digelar Sesuai Protokol Kesehatan, PAF Tahun 2020 Berlangsung Meriah

by
PAMERAN - Didampingi Kepala Dinparbudpora, Sutarno SH MM, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE meninjau pelaksanaan Pekalongan Art Festival (PAF) di Gor Jetayu Kota Pekalongan, Selasa malam (8/9/2020).

KOTA – Karena suasana pandemi Covid-19 belum usai, maka pembukaan Pekalongan Art Festival (PAF) tahun 2020 yang digelar di Gor Jetayu Kota Pekalongan Selasa malam (8/9/2020), tetap mengedepankan protokol kesehatan. Meski demikian, kondisi tersebut tak menyurutkan animo dari para penikmat beragam karya seni dan kreativitas para seniman Kota Pekalongan dan daerah lainnya untuk memeriahkan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Saat membuka acara, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE menyampaikan apresiasi pelaksanaan PAF Tahun 2020 yang tidak kalah meriahnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Jadi Pekalongan Art Festival ini merupakan agenda rutin tahunan di Kota Pekalongan ini, sebagai salah satu upaya untuk menggelorakan semangat uri-uri seni budaya dan tradisi baik tradisional dan modern. Selain itu, PAF juga sebagai salah satu upaya membangkitkan semangat dan hasrat anak-anak untuk mengembangkan seni dan budaya di Kota Pekalongan,” ucapnya.

Pelaksanaan PAF tahun ini, sambung Wali Kota, digelar sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, akibat masih adanya pandemi. “Tetapi ternyata tidak kalah meriahnya dengan tampilan-tampilan seni dan budaya yang disajikan selama lima hari ke depan dengan dilengkapi pameran keris Tosan Aji, partisipasi dari luar kota banyak sekali yang diikuti 12 daerah lain yang ada di Indonesia. Kegiatan semacam ini sangat bagus sekali untuk dijadikan suatu pembelajaran bagi anak-anak muda untuk terus menguri-ri seni budaya daerahnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinparbudpora, Sutarno, SH MM mengaku sangat bangga dan senang dengan digelarnya kembali PAF dengan tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.
“Kami sangat senang dengan digelarnya kembali PAF ini meskipun di tengah pandemi Covid, kami pesan protokol kesehatan yang paling utama jangan sampai kegiatan ini menjadi kluster baru penularan Covid-19,” ujarnya.

Sutarno menyebut, memang banyak tim kesenian dan budayawan selama pandemi ini tidak ada aktivitas, sepi job. Akhirnya Dinparbudpora mengajak Dewan Kesenian Kota Pekalongan untuk mulai bangkit dengan penyelenggaraan PAF ini, meskipun dengan pembatasan dan protokol kesehatan. “Untuk kemudian terus kami dampingi dan lakukan evaluasi. Kami ingin masyarakat Kota Pekalongan betul-betul disiplin menjalankan protokol kesehatan agar kasus Covid-19 di Kota Batik ini bisa segera mereda dan masyarakat bisa hidup normal kembali,” bebernya.