Sudah 78 Anak Punk Diamankan

by
SANKSI SOSIAL - Beberapa anak punk yang terjaring Razia diminta melakukan prosesi hormat bendera sebelum akhirnya dikembalikan ke orang tua atau dikirim ke panti sosial.

Anak yang didapati dari Kabupaten Batang dikembalikan ke orang tuanya. Mereka dibina langsung bersama orangtuanya. Pihaknya mengakui tergopoh-gopoh melakukan penertiban anak jalanan. Kehabisan tenaga karena minimnya personel.

Saat dirazia, anak jalanan selalu tanya salahnya apa. Menurutnya, paling parah mereka memberikan dampak negatif di lingkungan sekitar. Anak-anak di Kabupaten Batang jadi ikut terjerumus. Hidup menggelandang dan merasa enak bisa dapat uang dengan meminta-minta.

“Anak jalanan membuat masyarakat tidak tenang, memberi rasa takut. Kebanyakan mereka dari luar daerah, kita terus mengedukasi agar kembali ke jalan yang normal, tidak menggelandang,” ucapnya.

Kabid Trantibum, Dwi Pranggono menambahkan, anak jalanan di Kabupaten Batang menjadi marak, salah satu faktornya adalah ramahnya masyarakat. Titik kumpul terbanyak di Alun-alun Batang dan Hutan Kota Rajawali, karena lengkapnya fasilitas umum dan tempatnya yang teduh. Tak jarang mereka yang telah tertangkap membali menggelandang.

“Kami berharap ada panti atau rumah singgah sementara untuk mendidik anak punk. Sebab selama ini, Kabupaten Batang belum punya fasilitas itu meski sudah diamanatkan dalam Perda No 2 tahun 2017 tentang PGOT,” tandasnya. (fel)