Sudah 78 Anak Punk Diamankan

by
SANKSI SOSIAL - Beberapa anak punk yang terjaring Razia diminta melakukan prosesi hormat bendera sebelum akhirnya dikembalikan ke orang tua atau dikirim ke panti sosial.

**Per September, 25 Dikirim ke Panti Sosial
**Satpol PP Penuhi Tantangan Bupati

BATANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memenuhi tantangan Bupati Batang, Wihaji, untuk merazia sejumlah anak punk dan Pengemis Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) yang sering meresahkan dan mengganggu keindahan wajah Kota Batang. Bahkan, selama awal September ini, Satpol PP telah mengamankan hingga 78 anak punk, di mana sebagian besar dikembalikan ke orang tua.

“Kita mulai intens, menyisir sejumlah lokasi yang sering dijadikan sarang bagi mereka untuk bersinggah. Kita tangkap mereka untuk kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi hukuman yang sewajarnya,” ujar Kasatpol PP Batang, M Fathoni, Rabu (9/9/2020).

Dia menjelaskan, kedatangan anak punk selalu berkelompok dan berasal dari berbagai macam kota. Sejak Januari-Agustus 2020, jajarannya telah menangkap sekitar 79 anak jalanan.

Adapun dalam kurun waktu dua minggu terakhir atau selama awal September ini, Satpol telah mengamankan hingga 78 anak punk. Dari jumlah itu, ada sekitar 25 anak yang sudah dikirimkan ke panti sosial di Kota Semarang, sementara sebagian besar lainnya dikembalikan ke orang tua. Usia mereka antara 14 hingga 25 tahun, dengan latar belakang yang berbeda-beda.

“Kalau yang dari wilayah Batang, kami kembalikan ke orang tuanya. Sedang yang bukan dari Batang kami usir sampai perbatasan, atau kirim ke panti sosial di Semarang maupun Solo,” ungkap mantan Camat Reban itu.