Ada Mitos di Pilkada Kota Santri

by
DUA PASANGAN CALON - Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pekalongan saat mendaftar ke KPU.

**Paslon Harus Lanang Wadon

KAJEN – Petarungan Pilkada 2020 sudah ditabuh. Sejumlah mitos pun membayangi pelaksanaan Pilkada di Kota Santri. Berdasarkan sumber yang diperoleh Radar, beberapa mitos di Pilkada Kabupaten Pekalongan itu di antaranya, pasangan calon harus ‘lanang wadon’ (laki-laki berpasangan dengan perempuan atau sebaliknya), belum ada petahana dua kali terpilih berturut-turut, dan paslon yang didukung oleh PAN tidak pernah menang, Nomor pasangan calon yang menang paling buncit.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Pekalongan Candra Saputra menyatakan, DPD PAN Kabupaten Pekalongan ingin mengubah mitos di Pilkada Kota Santri tahun 2020 ini. Yakni, memenangkan pasangan calon yang didukung oleh PAN, Fadia Arafiq-Riswadi.

“DPP PAN sudah mengeluarkan rekomendasi maka saya akan turun gunung bekerja untuk memenangkan Fadia- Riswadi. Saya ingin mengubah mitos bahwa yang didukung PAN selalu kalah kali ini yang didukung PAN menang. Insya Allah,” ujar Candra Saputra usai mendampingi pasangan Fadia-Riswadi mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini.

Ketua DPD PAN Kabupaten Pekalongan Sofwan Sumadi, mengatakan, PAN akan berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan paslon Fadia-Riswadi pada Pilkada 2020. “Mulai hari ini kita kerahkan semua struktur maupun semua underbow (organisasi sayap) partai supaya berjalan secara maksimal,” ujar Sofwan Sumadi.

Ia menyatakan akan ada strategi khusus dari PAN untuk memenangkan pasangan Fadia-Riswadi. Yakni, melakukan penggalangan suara dari masyarakat, khususnya suara PAN di Kabupaten Pekalongan.