Radio Jadi Solusi Murah dan Mudah Belajar di Era Pandemi

by
SERU - Keseruan para guru saat mengajar melalui siaran radio.

KOTA – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kominfo setempat memanfaatkan dan memaksimalkan Lembaga Penyiaran Publik Lokal atau LPPL Radio Kota Batik untuk membantu menyediakan layanan pendidikan murah dan mudah kepada siswa selama belajar di rumah di tengah masa pandemi Covid-19. Pemanfaatan radio daerah milik Pemkot Pekalongan tersebut dilakukan sebagai media penyampaian bahan ajar dari guru kepada siswa yang mendengarkan di rumahnya masing-masing.

Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Yos Rosyidi SIP MSi, mengungkapkan bahwa usai kemarin Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) live melalui TV lokal, LPPL Batik TV diresmikan, PJJ Live melalui siaran Radio Kota Batik (RKB) pun sudah bisa dinikmati peserta didik dan masyarakat mulai hari ini 2 September-21 November 2020 mulai pukul 08.00-09.00 untuk tingkat TK-SMP sederajat dengan mata pelajaran yang berbeda-beda setiap harinya.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI) berusaha keras tetap melaksanakan proses belajar mengajar seluruh jenjang pendidikan di tengah penyebaran Covid-19 melalui berbagai strategi penyelenggaraan pembelajaran. Menindaklanjuti hal tersebut, kami Dinas Kominfo Kota Pekalongan berinisiatif untuk membuat program PJJ Live melalui LPPL Batik TV dan LPPL Radio Kota Batik untuk memfasilitasi para guru memberikan proses pembelajaran jarak jauh kepada peserta didik melalui siaran live. Mulai hari ini PJJ live guru mengajar di radio sudah bisa dinikmati siarannya setiap hari mulai pukul 08.00-09.00 dari tanggal 2 September-21 November 2020,” terang Yos, Rabu (2/9/2020).

Menurut Yos, proses penyampaian materi melalui siaran radio memiliki keunggulan relatif murah mudah terjangkau oleh masyarakat umum dari berbagai strata sosial, dapat menjangkau wilayah yang lebih luas serta dapat dimanfaatkan sebagai siaran jarak jauh.

“Pemanfaatan radio dipilih a agar para siswa tak tergantung dengan smartphone. Selain itu, hal ini pun dilakukan agar siswa yang tak memiliki smartphone pun bisa mendapatkan pembelajaran. Sejak awal Maret, sekolah memberlakukan PJJ dengan menggunakan daring via gawai atau tepatnya melalui aplikasi WhatsApp (WA), ternyata hasilnya tak maksimal. Mudah-mudahan dengan terobosan guru mengajar di radio ini bisa membantu peserta didik mendapatkan materi pembelajaran dengan maksimal,” tutur Yos.