Komisi C DPRD Kabupaten Batang Minta Pengelola Rest Area Sediakan Tempat Bagi UMKM Lokal

by -
Komisi C DPRD Batang berfoto bersama dengan pengelola rest area km 360 di lokasi yang diharapkan bisa untuk tempat usaha UMKM lokal.

*Lokasi Diminta Tidak Terlalu Jauh dari Bangunan Induk Rest Area

BATANG – Komisi C DPRD Kabupaten Batang meminta agar pengelola rest area 360 di jalur tol Batang – Semarang menyediakan tempat bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lokasi tersebut. Namun, lokasinya diharapkan bisa menyatu dengan komplek bangunan utama yang sudah ada.

“Untuk pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, khusus UMKM, kami minta pada pengelola rest area tol Batang – Semarang di KM 360 untuk menyediakan tempat bagi palaku umkm,” ujar Ketua Komisi C DPRD Batang, Tofani Dwi Arianto usai pertemuan dengan pengelola rest area, Kamis (3/9/2020).

Pada kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisi C di lokasi rest area km 360, diketahui bahwa saat ini belum ada tempat bagi UMKM lokal kabupaten Batang. Untuk UMKM yang ada sendiri mayoritas merupakan dari luar daerah, dan juga usaha berjejaring.

“Melihat kondisi yang ada, maka kami minta agar ada tempat khusus bagi UMKM Batang yang nantinya bisa menjual produk-produk lokal dan hasil usaha kecil dari warga Batang. Mengingat akan sangat aneh jika di lokasi rest area yang ada di wilayah Batang, ternyata tidak ada produk unggulan ataupun hasil produksi UMKM lokal,” jelas Tofani Dwi.

Sekretaris Komisi C DPRD Batang, Kukuh Fajar Romadhon menambahkan, dari penjelasan pihak pengelola, sudah dijelaskan adanya lokasi yang bisa dikembangkan untuk lokasi usaha bagi UMKM lokal Batang. Namun, pihak dewan kurang setuju, karena lokasinya terlalu ke pinggir dari komplek rest area.

“Untuk lokasi yang ditawarkan kita kurang sepakat, karena terlalu ke pinggir dan agak jauh dari bangunan atau komplek utama rest area. Karena itulah, kita dari dewan meminta agar lokasinya di pindah ke area yang dekat dengan bangunan utama,” jelas Kukuh Fajar.

Pada penjelasan yang diberikan, pihak pengelola juga menyebutkan untuk pembangunan kios atau lokasi bagi pelaku usaha UMKM di rest area KM 360 dilakukan oleh Pemkab Batang. Sedangkan pihak pengelola hanya menyediakan lahan saja.

“Untuk hasil sewa atau apapun nanti sebutanya, akan dilakukan bagi hasil antara Pemkab dengan pihak pengelola rest area. Dan semoga saja nantinya biaya yang dibebankan tidak terlalu tinggi, karena akan memberatkan para pelaku usaha UMKM yang akan membuka usahanya di lokasi tersebut,” beber Kukuh.

Terkait permintaan dari dewan agar lokasinya dipindah, Kukuh menyebutkan agar pihak Pemkab Batang dalam hal ini bupati atau OPD terkait bisa mengajukan ke pihak pengelola rest area di jalan tol. “Tadi dari pihak pengelola minta agar dari pihak Pemkab bisa mengajukan pemindahan lokasi usaha bagi UMKM, dan kami harapkan bisa dilakukan secepatnya,” tandas Kukuh Fajar. (don)