Duh, Tunggakan PBB Tembus Rp28,9 M

by
Bambang Supriyanto, Kepala BPKPAD Batang

*Sejak 2002 sampai 2019

BATANG – Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang mencatat akumulasi tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) hingga akhir Desember 2019 mencapai nilai Rp 28.991.985.132.

“Jumlah itu merupakan hasil akumulasi dari total piutang PBB P2 mulai tahun 2002 hingga 2019. Adapun setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, di mana piutang terbesar tercatat pada tahun 2019 mencapai Rp 4.903.964.362,” ungkap Kepala BPKPAD, Bambang Supriyanto.

Ia mengungkapkan, dari jumlah piutang sebesar tersebut, Kecamatan Batang menjadi satu dari 15 kecamatan yang mempunyai nilai piutang tertinggi di Kabupaten Batang pada tahun 2019, dengan jumlah mencapai Rp 1.605.298.805.

“Alasan yang mendasar ialah karena wajib pajak belum membayarkan pajaknya, serta kesibukan petugas di tingkat desa yang saat ini tengah mengurusi bantuan bantuan Covid-19,” ujar Bambang saat ditemui di kantornya belum lama ini.

REALISASI PAD
Bambang juga menjelaskan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang hingga pertengahan Agustus 2020 sudah mencapai Rp 145.466.499.962,47 atau setara 72,04% dari target Rp 201.936.373.771,00.