Kasus Suami Bakar Anak dan Istri Diduga Akibat Rebutan Hak Asuh Anak

by
RUMAH DIBAKAR: Rumah Khuzaeri (58) di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, dilalap si jago merah, Sabtu (29/8/2020) dini hari. Kebakaran ini diduga akibat aksi bakar diri salah satu anggota keluarga di rumah itu.

BOJONG – Seorang ibu dan anaknya yang masih balita di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tewas diduga akibat dibakar suaminya sendiri. Kedua korban dibakar terduga pelaku saat masih tidur di kamar.

Kejadian tragis yang dialami keluarga kecil di Desa Karangsari ini terjadi pada Sabtu (29/8/2020) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB. Korban tewas masing-masing istri Muamalah (28) dan anaknya yang masih berusia 3 tahun bernama Nafisa Dwi Anasa. Sedangkan suami dan ayah korban yang diduga pelaku bernama Amir (40).

Keluarga kecil ini masih hidup bersama di rumah mertuanya atau orang tua dari Muamalah. Di rumah permanen berukuran sekitar 6 x 12 meter ini dihuni oleh 3 kepala keluarga, dengan jumlah jiwa ada 11 orang. Amir sendiri asli warga Kediri, Jawa Timur. Amir baru pulang kampung pada Lebaran kemarin usai merantau di luar Jawa.

Berdasarkan data di lokasi kejadian, kebakaran rumah milik Khuzaeri (58), orang tua Muamalah, warga Desa Karangsari RT 6 RW 3 ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Selain menghanguskan sebuah rumah, terdapat tiga orang menjadi korban kebakaran.

Anggota Damkar Kabupaten Pekalongan, Suyodo, mengatakan, seluruh bagian rumah ludes terbakar. Kerugian kurang lebih mencapai Rp 200 juta. Di dalam rumah dihuni 3 kepala keluarga, total 11 orang, dan di antaranya 2 balita. “Korban yang terluka bakar ada 3 orang,” terang dia.

Dikatakan, kobaran api berhasil dipadamkan pada pukul 06.00 WIB. Suyodo menambahkan, kasus penyebab terjadinya kebakaran masih ditangani Polsek Bojong dan Polres Pekalongan.

Sementara itu, Kapolsek Bojong AKP Suhadi membenarkan adanya kebakaran di Desa Karangsari. Di dalam rumah tersebut, kata dia, di isi 3 KK dengan jumlah anggota keluarga ada 11 orang.

“Dari hasil keterangan saksi, Amir itu memang sering cekcok dengan istrinya. Pada hari Jumat (29/8/2020) itu sudah cekcok sejak siang hingga malam,” kata dia.

Dikatakan, pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, Amir keluar dari kamar lalu balik lagi ke kamar dengan membawa sesuatu, dan setelah itu mengunci diri di dalam kamar.

Kapolsek mengungkapkan, melihat hal tersebut keluarga yang lain dan tetangga khawatir dengan kondisi istri Amir dan anaknya. Sebab, istri dan anaknya ini dikunci di dalam kamar oleh Amir.