90% Data Pekerja Sudah Divalidasi

by
HADIRI PELUNCURAN - Kepala BPJAMSOSTEK cabang Pekalongan, Budi Jatmiko bersama Kepala Dinperinaker, Slamet Hariyadi, Ketua Apindo Pekalongan, Suherman dan perwakilan pekerja saat menghadiri peluncuran bantuan subsidi upah bagi pekerja secara virtual, Kamis (27/8/2020).

*BPJAMSOSTEK Cabang Pekalongan

KOTA – BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Pekalongan telah melakukan validasi terhadap 90% data pekerja dalam rangka pengumpulan data calon penerima bantuan subsidi upah dari pemerintah. BPJAMSOSTEK akan terus melakukan validasi data pekerja yang masuk sampai 31 Agustus 2020 mendatang.

“Sampai saat ini sudah 90% data kami validasi dari hasil pengumpulan data dan rekening pekerja yang sudah disampaikan oleh badan usaha. Validasi akan terus berjalan karena instruksi dari kantor pusat bahwa kami masih bisa menerima pengumpulan data penerima bantuan sampai 31 Agustus 2020,” tutur Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Pekalongan, Budi Jatmiko yang ditemui usai mengikuti kegiatan peluncuran bantuan subsidi upah bagi pekerja oleh Presiden Jokowi secara virtual, Kamis (27/8/2020).

Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan tersebut, selain Kepala BPJAMSOSTEK juga hadir Kepala Dinperinaker, Slamet Hariyadi, Ketua Apindo Pekalongan, Suherman dan sejumlah perwakilan pekerja. Mereka menyaksikan langsung sceara virtual peluncuran bantuan subsidi gaji oleh Presiden Jokowi di Istana Negara.

Jatmiko melanjutkan, berdasarkan data kepesertaan BPJAMSOSTEK cabang Pekalongan total terdapat sekitar 85 ribu peserta. Pihaknya terus berupa mengingatkan perusahaan agar dapat segera mengirimkan data dan nomor rekening pekerja. “Kami terus mengimbau karena ini pemerintah masih terus membuka,” tambahnya.

Berdasarkan data secara nasional, dari target 15,7 pekerja yang akan diberi bantuan subsidi upah saat ini validasi sudah mencapai sekitar 12 juta pekerja. Artinya masih ada 3 juta data pekerja yang belum divalidasi. “Termasuk 10% yang dari Pekalongan itu. Validasi terus berjalan dan secara bertahap kami kirimkan ke kantor pusat yang selanjutnya akan diserahkan ke pemerintah,” jelas Jatmiko.