Pemkot Cetak Wirausaha Pemula Berbasis Teknologi dan Inovatif

by
KEGIATAN - Wali Kota HM Saelany Machfudz SE melakukan monitoring di sebuah acara, kemarin

KOTA – Di akhir masa pemerintahan Wali Kota HM Saelany Machfudz SE dan Wakil Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid SE, Pemkot terus menuntaskan program kerjanya di bidang ketenagakerjaan. Kali ini, melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) memfasilitasi para wirausaha pemula dengan menggelar kegiatan Technopreneurship Camp 2020 di Aula Dinperinaker setempat.

Wali Kota mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk mencetak wirausaha pemula Berbasis Teknologi dan Pengembangan UMKM Inovatif. Sekaligus diharapkan mampu mencetak lapangan kerja baru dan secara tidak langsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami dorong wirausaha pemula untuk inovasi. Mengingat inovasi merupakan penggerak pembangunan ke depan,” ucapnya, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Slamet Hariyadi menjelaskan, kegiatan Technopreneur Camp ini merupakan kerjasama inkubasi bisnis berbasis teknologi untuk memberikan pelatihan dan seleksi wirausaha bisnis berbasis teknologi bagi masyarakat Kota Pekalongan dalam mendorong lahirnya ‘technopreneur’ (pengusaha berbasis teknologi). Menurut Slamet, pelatihan wirausaha ini diikuti oleh sekitar 15-20 orang wirausaha pemula terpilih yang telah memiliki proposal bisnis berbasis teknologi untuk dilatih para pakar Technopreneurship.

“Di tengah pandemi seperti sekarang ini pesertanya dibatasi hanya 15-20 orang terpilih dan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan technopreneur ini memang merupakan agenda rutin tahunan untuk mendampingi dan memfasilitasi para wirausaha pemula untuk diarahkan bagaimana membuat perencanaan bisnis yang bagus, mengembangkan jaringan bisnisnya dan bisa bersaing serta bisa naik kelas bisnisnya,” tutur Slamet.

Dituturkan Slamet, kendala dari sebagian wirausaha pemula di tengah pandemi yakni di bagian fasilitas penunjang peralatan, permodalan dan rendahnya daya beli masyarakat. Untuk itu, para wirausaha pemula tersebut didorong untuk mengimplementasikan penerapan inovasi dalam Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sehingga bisa mendorong terciptanya industri baru (start up company) berbasis teknologi.