Waspada! Covid-19 Mutasi Lagi, Pasien Sembuh Bisa Positif Lagi dengan Gejala Lebih Ringan dan Cepat

by
Ilustrasi virus Corona. Net

Pandemi virus corona atau Covid-19 belum usai meski sudah delapan bulan mewabah di dunia. Bahkan, kini virus ini kembali bermutasi untuk kesekian kalinya.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, DrJoni Wahyuhadi menyampaikan, perkembangan mutasi virus ini diketahui melalui jurnal internasional yang didapat dari Direktur World Health Organization (WHO) yang menyatakan virus bermutasi 10 kali lebih cepat.

“Artinya ada yang terserang kemudian sembuh, kemudian sakit lagi ternyata strain baru. Jadi mereka yang sembuh bisa kena virus corona model baru,” ujar Joni.

Dalam mutasi barunya kini, gejala yang ditimbulkan lebih ringan. Hanya saja, ia tak menjelaskan apakah ada gejala baru yang ditimbulkan atau tidak.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan. “Itu tetap, protokol kesehatan itu penting karena sampai saat ini belum ada obat penyembuh pasien Covid-19. Ini tidak boleh lengah,” katanya.

Rekor Tes Covid-19

Disisi lain, Indonesia mengumumkan tambahan 2.306 kasus Covid-19 baru per Rabu 26 Agustus 2020. Selain itu, Indonesia juga melakukan tes Covid-19 terhadap 20.520 orang selama 24 jam terakhir.

Jumlah tersebut melonjak tajam dari catatan sebelumnya dan memecahkan rekor sejak Maret 2020. Dilansir dari Instagram Kawal Covid-19, tambahan 20,520 orang yang dites menyebabkan jumlah total orang yang dites mencapai 2.212.468.

Dalam Instagramnya, kawal Covid-19 menyebut jika jumlah orang yang dites selama 24 jam terakhir menjadi rekor terbaru. Namun, meski jumlahya meningkat, belum mencapai target yang dicanangkan Pemerintah Indonesia, mencapai 30 ribu tes per hari.

Selain jumlah tes yang meningkat, Indonesia mengumumkan terdapat tambahan 2.306 kasus Covid-19 baru, sebanyak 37.812 orang sedang dalam perawatan, 2.542 pasien sembuh, dan 86 orang meninggal. Terdapat total 29.312 spesimen yang dites selama 24 jam terakhir.

Tambahan tersebut menyebabkan angka kumulatif meningkat. Kasus total di Indonesia kini mencapai 160.165, pasien sembuh total mencapai 115.409 orang, dan pasien meninggal keseluruhan mencapai 6.944 orang. Sedangkan jumlah spesimen yang dites keseluruhan mencapai 2.106.753, dan jumlah orang yang dites total mencapai 1.212.468.

Sementara jika dilihat dari sumbangan per daerah, Jakarta menjadi wilayah penyumbang kasus terbanyak mencapai 7.13, disusul Jawa Timur sebanyak 331, kemudian Jawa Barat sebanyak 178, Jawa Tengah sebanyak 147 kasus, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur sebanyak 137 dan 134 kasus.

Pasien sembuh terbanyak berasal dari Jakarta mencapai 763, disusul Papua sebanyak 339 orang, Jawa Timur sebanyak 348 orang, Jawa Tengah 158 orang, Sumatera Utara 130 orang, dan Sulawesi Selatan sebanyak 109 orang.

Berikutnya, Jawa Timur melaporkan pasien meninggal mencapai 30 orang. Jumlahnya sama dengan pasien yang meninggaldi Jawa Tengah. Disusul Jakarta sebanyak enam orang. (ngopibareng)