Ekonomi Meningkat, Mimpi Perguruan Tinggi Terwujud

by
RESMIKAN UMKM CENTRE - Bupati Asip Kholbihi didampingi Wabup Arini Harimurti saat meresmikan UMKM Centre di Wonopringgo.

KAJEN – Selama empat tahun terakhir, Kabupaten Pekalongan dibawah kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi dan Wabup Arini Harimurti cukup sukses mengangkat perekonomian daerah, yang dibuktikan dengan indikator pertumbuhan. Selain itu, keduanya juga mampu mewujudkan mimpi warga Kota Santri untuk menghadirkan perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan.

Dipacunya berdirinya perguruan tinggi ini dengan alasan pertama lokasinya sangat strategis, aksesibilitasnya mudah, ada kereta api di kota, dilintasi jalan tol; harga tanah masih murah; lahan masih luas; dan masyarakatnya sudah sadar pendidikan. “Oleh karena itu, kami menginiasi pertama berdirinya perguruan tinggi negeri dulu,” kata Bupati.

Untuk tahap pertama, IAIN Pekalongan berhasil dibangun di Kajen. Dengan berdirinya kampus IAIN di Kajen, ujar Bupati, kehidupan masyarakat di Kajen dan sekitarnya, terutama yang berada di sekitar kampus, begitu dinamis. Harga tanah kian mahal. Kosan-kosan, kafe, rumah makan, laundry, dan usaha lainnya tumbuh subur. “Masyarakat mendapatkan manfaat yang positif dari lahirnya perguruan tinggi ini. Ponpes juga tumbuh subur karena menguntungkan semua pihak,” kata dia.

Kedua, lanjut Bupati, pemkab menginisiasi bagaimana agar Undip bisa melakukan kuliah PSDKU di Kajen. Pada tahun 2020 ini, lanjut dia, Undip akan membuat kampus di Kajen.

Perguruan tinggi negeri ketiga adalah dengan mendorong agar AKN Kajen yang masih bersifat komunitas ini statusnya akan ditingkatkan. Menurutnya, pemerintah juga serius mendorong berdirinya perguruan tinggi swasta. “Kami memfasilitasi berdirinya Universitas Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan, dengan bantuan operasional maupun fasilitasi yang lain, sehingga UMPP sekarang berdiri dan tengah membangun rektorat,” ungkap Asip.

Tidak hanya perguruan tinggi milik Muhamadiyah, pemkab juga konsen mendorong berdirinya perguruan tinggi milik NU. Sehingga berdirilah Institut Teknologi Sains NU yang secara spesifik bergerak di bidang teknik. “Mahasiswanya juga banyak. Kami juga melakukan fasilitasi untuk melakukan penguatan terhadap STAIKAP dengan memfasilitasi kampus ini makin lengkap dengan asrama. Pembinaan sekaligus fasilitasi terhadap AAK di Wiradesa. NU sendiri juga ada Politeknik NU,” tandas Bupati.

Selama kurun waktu empat tahun kepemimpinan Asip – Arini, pertumbuhan ekonomi terus membaik dan dinamis karena iklim usaha terbuka dengan luas. Secara umum, capaian dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan dari tahun 2016-2019 lebih tinggi dibandingkan dengan Provinsi dan Nasional.

“Pertumbuhan ekonomi kita dulu sebelum Covid melebihi Jateng. Kita tumbuh di angka 5,76, bahkan di atas nasional. Setelah Covid belum kita evaluasi kembali. Artinya, pertumbuhan ekonomi selama ini berjalan cukup bagus dan dinamis karena terbukanya iklim usaha di Kabupaten Pekalongan,” tandas Bupati.

Selama empat tahun kepemimpinannya, sejumlah pasar dibangun. Di antaranya, Pasar Kedungwuni dengan anggaran total Rp 70 miliar hingga Rp 100 miliar, Pasar Pekajangan, Pasar Bligo, Pasar Doro, Pasar Sragi, UMKM Centre, dan peningkatan pasar kuliner Gemek.

“Pada tahun 2020 ini akan kita bangun Pasar Wiradesa, sehingga infrastruktur ekonomi kita siapkan karena Kabupaten Pekalongan daerah industri sehingga pasar harus didesain sedemikian rupa sehingga nanti akan berkolaborasi dengan para pelaku industri,” kata Bupati.

Bupati Asip Kholbihi juga menyadari sektor pariwisata bisa memantik pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan dukungan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan, ia pun menggenjot pembangunan sektor pariwisata di Kota Santri.

Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya hanya mengenal tiga hingga empat destinasi wisata, seperti Linggoasri, Pantai Depok, dan Lolong akhirnya tumbuh puluhan destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat melalui Pokdarwis.