Pemkab Siapkan Rp1 Miliar untuk Kematian Warga Miskin

by
Santunan Kematian
SANTUNAN KEMATIAN - Salah seorang warga baru menerima santunan kematian dari Pemkab Pekalongan senilai Rp 1 juta, di Kantor Dinas Sosial setempat, kemarin. MUHAMMAD HADIYAN
Santunan Kematian
SANTUNAN KEMATIAN – Salah seorang warga baru menerima santunan kematian dari Pemkab Pekalongan senilai Rp 1 juta, di Kantor Dinas Sosial setempat, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Estimasi Seribu Orang di Tahun 2018

Pemkab Pekalongan melalui Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan telah memberikan santunan kematian kepada masyarakat miskin diwilayah Kabupaten Pekalongan yang anggota keluarganya meninggal dunia. Hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat miskin di wilayahnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Yoyon Ustar Hidayat, menuturkan, ada dana sebesar 1 milyar 997 juta rupiah yang telah dibagikan kepada masyarakat miskin di Kabupaten Pekalongan yang meninggal dalam kurun waktu tahun 2017.

“Santunan ini diberikan dengan catatan bahwa mereka yang meninggal dunia adalah warga miskin. Karena pada prinsipnya santunan ini disalurkan untuk membantu meringankan biaya pemakaman saat mereka atau anggota keluarganya meninggal dunia,” jelas Yoyon.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pemberian santunan ini terdapat beberapa kriteria yang disyaratkan. Kriteria itu bisa dilihat dari Basis Data Terpadu (BDT), atau untuk chekingnya dengan KIS (Kartu Indonesia Sehat), KIP (Kartu Indonesia Pintar), dan atau semua kartu yang berkaitan dengan kemiskinan.



“Kartu ini bisa digunakan salah satunya, tidak perlu semua kartu kemiskinan yang mereka punya untuk persyaratannya,” tambahnya.

Ditambahkan Yoyon, untuk tahun 2018 ini Pemkab akan menyalurkan dana kematian sesuai dengan permohonan yang ada. Sesuai dengan Peraturan Bupati Pekalongan yang menyebutkan bahwa santunan kematian bisa diajukan paling lambat 40 hari setelah warga miskin kabupaten Pekalongan meninggal dunia.

“Berbeda dengan tahun 2017, yang mana pada tahun tersebut adalah untuk pertama kalinya santunan kematian ini diberikan kepada mereka warga miskin yang meninggal, meskipun telah meninggal dunia lebih dari 40 hari karena sosialisasinya belum sampai. Tapi di tahun 2018 ini sudah ada Perbubnya,” ujarnya.

Adapun anggaran yang dicadangkan untuk santunan kematian pada tahun 2018 ini dijelaskan Yoyon sebesar 1 miliar rupiah dengan estimasi 1.000 orang penduduk miskin yang meninggal di tahun 2018.

“Untuk pengajuan dana kematian ini, ahli waris dari masyarakat miskin yang meninggal bisa datang langsung ke Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan dengan membawa persyaratan mengisi Formulir Permohonan Santunan dengan dilengkapi Surat Kematian dan pengantar dari desa setempat. Setelah itu akan kami verifikasi dan proses sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” jelas Yoyon.

Disamping memberikan santunan sebesar 1 juta rupiah untuk warga miskin yang meninggal, Dinas Sosial juga berintegrasi dengan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Pekalongan dalam memberikan Akta Kematian yang otomatis akan mereka terima bersamaan dengan dana kematian tersebut. Sebab Akta Kematian ini juga diperlukan untuk data kependudukan. “Tujuan kami adalah untuk meringankan warga miskin,” tandasnya.

Sementara, Rabin, warga Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, saat diwawancara menyampaikan bahwa santunan kematian ini sangat membantu sekali bagi dirinya.

“Saya sangat senang dengan kepedulian dari Pemerintah untuk warga miskin seperti kami ini. Santunan tersebut sangat meringankan kami,” ujar Rabin. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito