Zona Merah, KBM Tatap Muka Belum Diberlakukan

by
BERLAKUKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal keluarkan kebijakan belum akan memberlakukan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolahan. Pembelajaran masih dengan sistem jarak jauh dan home visit.

*Cegah Penyebaran Covid-19 Klaster Sekolahan

KENDAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mengeluarkan kebijakan belum akan memberlakukan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolahan di tengah pandemi covid-19. Kendati banyak orangtua yang menginginkan supaya kegiatan belajar mengajar tatap muka diberlakukan di sekolahan.

Langkah itu diambil karena institusi pendidikan di Kendal tidak ingin mengambil resiko besar terjadinya penyebaran covid-19 klaster sekolahan. Mengingat saat ini Kabupaten Kendal tengah menjadi zona merah. Karena penyebaran covid-19 terus meningkat dan sudah merambah di 20 kecamatan.

“Kami sangat ingin agar pembelajaran tatap muka dilakukan di sekolahan. Tapi pandemi covid-19 ini menjadi pertimbangan sehingga pembelajaran masih sistem jarak jauh menggunakan daring dan luring. Kabupaten Kendal saat ini zona merah. Jika kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolahan tentu beresiko bisa saja terjadi penyebaran covid-19 klaster sekolahan. Kita tak tahu virus korona itu ada di mana dan siapa yang terpapar. Saya rasa hal itu bisa dimengerti.

Untuk para orangtua siswa berharap bersabar. Semoga wabah covid-19 ini cepat berakhir,” kata Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, Kamis (20/8).

Wahyu Yusuf, mengungkapkan kebijakan belum akan memberlakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolahan itu berdasarkan atas keputusan bersama pihaknya bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kendal, Korwil XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dinas Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, serta Ikatan Dokter Kabupaten Kendal belum lama ini. Kesepakatan bersama kebijakan itu bahwa pembelajaran tatap muka pada semua sekolah formal dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat ditunda. Proses pembelajaran masih tetap menggunakan jarak jauh baik secara dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring) dan home visit dengan batasan lima siswa dalam satu tempat.