RAPBD Perubahan, Target PAD Turun 21,71%

by
RAPAT PARIPURNA - DPRD Kota Pekalongan menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pengantar wali kota mengenai RAPBD Perubahan tahun 2020.

KOTA – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan sebesar 21,71% dibandingkan pada penetapan awal APBD tahun 2020. Penurunan tersebut diakibakan kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak pada seluruh komponen anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan dalam APBD.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid saat membacakan penjelasan mengenai rancangan APBD Perubahan tahun 2020 dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Kota Pekalongan, kemarin. Aaf, sapaan akrabnya menjelaskan, target awal PAD yakni sebesar Rp218.020.320.000 namun turun menjadi Rp170.693.386.000,00 dalam RAPBD Perubahan.

Aaf, sapaan akrabnya menjelaskan, secara total untuk target dalam komponen pendapatan daerah dalam APBD Perubahan mengalami penurunan sebesar 8,76% dari semula sebesar Rp981.361.482.000 menjadi Rp895.430.455.000. Selain PAD, dana perimbangan juga mengalami penurunan target sebesar 9,16% dari semula yang direncanakan sebesar Rp632.390.293.000 menjadi Rp574.477.363.000.

Namun untuk pendapatan daerah lain-lain yang sah, justru mengalami kenaikan 14,75% dari target semula Rp130.950.869.000 menjadi Rp150.259.706.000. Kenaikan ini dikarenakan Pemerintah Kota Pekalongan mendapatkan DID (Dana Insentif Daerah) tambahan atas kinerja Pemerintah Kota Pekalongan dalam penanganan Covid-19 dan Pemerintah Kota Pekalongan mendapatkan alokasi bantuan keuangan dari Provinsi.

Sedangkan untuk alokasi belanja daerah dalam APBD Perubahan, secara total juga mengalami penurunan dari semula Rp1.055.857.482.000 menjadi Rp998.560.635.000. Aaf mengatakan, dalam alokasi belanja terdapat beberapa penyesuaian seperti belanja hibah kepada KPU, belanja bantuan sosial kematian, serta percepatan penanganan Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi serta penyesuaian SiLPA hasil audit BPK atas Laporan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2019.