Membuat Aplikasi Itu Mudah, mempertahankannya yang Sulit

by
TINJAU – Bupati Batang Wihaji meninjau proses jalannya uji KIR di Kantor Dishub Kabupaten Batang.

“Layanan dari pemerintah daerah itu wajib efektif, efisien, dan sederhana. Kalau tidak ada tiga aspek itu, maka saya pastikan tidak dipakai,” jelasnya.

Ia pun meminta Kepala Dishub Batang, agar melaporkan perkembangan aplikasi smart card yang baru saja diluncurkan dalam kurun waktu satu bulan ke depan.

“Satu bulan nanti laporkan ke saya, layanan ini sudah melayani berapa orang. Nanti akan ketahuan, mana yang dilayani dengan teknologi smart card atau tetap manual berjalan. Rata rata misalnya dalam waktu satu hari ada 20 unit kendaraan dan dikalikan 30 menjadi 600. Namun jika pelayanan ini dalam waktu satu bulan berada di bawah 100, berarti layanan ini tidak berjalan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Batang, Murdiono menjelaskan, bahwa untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan uji kelayakan kendaraan atau KIR, pihaknya menerapkan sistem smart card (kartu pintar) yang diberi nama buku uji elektronik.

“Smart card ini sebagai pengganti buku uji KIR dan merupakan kebijakan dari Kementerian Perhubungan RI dengan tujuan utamanya untuk menghindari kemungkinan adanya kecurangan buku KIR palsu dalam melakukan uji kelaikan kendaraan bermotor pemilik kendaraan,” katanya.