Kajati dan KPK Turun Selesaikan Kasus Pasar Banjarsari

by
SERTIFIKAT - Wali Kota HM Saelany Machfudz SE menerima penyerahan sertifikat milik negara dari Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Pekalongan, Bu Retno di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (18/8/2020).

KOTA – Sudah dua tahun, eks Lahan Pasar Banjarsari terbengkalai. Akibatnya nasib pedagang kian memprihatinkan karena menempati lahan yang fasilitas umumnya serba terbatas. Atas pertimbangan itu, Kejaksaan Tinggi Jateng bersama Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk menyelesainkan masalah tersebut. Sehingga, harapannya pasar tertua di Pekalongan itu segera dibangun.

Demikian disampaikan Kajati Jateng, Priyanto SH MH saat berkunjung di Pemkot Pekalongan guna membahas permasalahan aset Pasar Banjarsari Kota Pekalongan di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (18/8/2020).

“Pemkot sudah berupaya maksimal untuk berusaha membangun ex Pasar Banjarsari yang terbakar. Makanya saya berharap kepada pihak pengelola dan pengembang untuk dapat menyelesaikan. Kami berdiri di atas kepentingan umum atau kepentingan negara. Kami minta untuk diselesaikan secara baik-baik, melalui tindakan hukum lain, mediasi, gugatan, dan sebagainya,” tegasnya.

Priyanto mengaku telah berdiskusi dengan Walikota, Wakil Walikota, Ketua DPRD, serta Sekda Kota Pekalongan untuk menyelesaikan permasalahan ini. “Kami akan selesaikan dibantu oleh KPK. Bagaimanapun pembangunan ini akhirnya terbengkalai sampai dua tahun, dan Pemerintah Kota Pekalongan telah berupaya, bukan masalah menang atau kalahnya tapi pembangunan ini untuk kepentingan masyarakat Kota Pekalongan,” tuturnya.

Sementara itu, KPK yang diwakili Ketua Satgas Korwil VII Korsubgah KPK RI, Adlinsyah Malik Nasution mengungkapkan bahwa KPK mendorong penyelesaian permasalahan aset di Pasar Banjarsari. “Bersama dengan Kejaksaan dan Asdatun Jateng akan kami tetapkan langkah, berharap masalah seperti ini secepatnya terselesaikan,” tutur Coki sapaan akrabnya saat konferensi pers di Lobby Setda Kota Pekalongan.