Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan Gelar Mujahadah Demi Soleh Solehah Penerus

by
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) Kabupaten Pekalongan menggelar Mujahadah Jumat Pahing (Jumpa), Kamis (14/08) malam

Doro – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) Kabupaten Pekalongan menggelar Mujahadah Jumat Pahing (Jumpa), Kamis (14/08) malam. Kegiatan yang dipusatkan di Joglo Perdamaian II, Doro tersebut, diadakan rutin setiap malam Jumat Pahing yang bulan ini bertepatan dengan syukuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 75.

Sekitar ratusan peserta yang didominasi jaringan Lesbumi sampai tingkat desa se Kabupaten Pekalongan, dan komunitas santri tersebut larut dalam mujahadah yang dipimpin oleh Gus Muh, putra Mbah Liem Imam Puro dan Gus Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan.

“Mujahadah ini kami lakukan sebagai upaya memohon pertolongan Allah, supaya NKRI Aman, Makmur, Damai sepanjang masa, dijaga dan dijauhkan dari fitnah, adu domba dan perpecahan bangsa,” terang Gus Moch Khoiri, putra Mbah Liem.

Gus Muh menghimbau segenap warga nahdliyin dibulan Agustus ini banyak bersyukur dan berdoa, terutama untuk generasi dengan doa Mbah Liem, yaitu Soleh, Solehah, Penerus.

“Semua warga ikut berdoa dalam peringatan kemerdekaan Bangsa Indonesia ke 75 ini dengan doa terbaik untuk generasi yang akan datang. Percayalah, bahwa siapapun yang berusaha menghancurkan NU dan NKRI, ibarat kambing yang menabrak tembok tebal dan kuat, yang insyaallah akan rontok sendiri,” tegasnya.

Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan, Eko Ahmadi mengatakan, acara tersebut digelar rutin, sebagai salah satu pendidikan instuisi bagi para pengurus Lesbumi dari tingkat cabang (kabupaten) sampai ranting (desa) untuk menggemakan vibrasi Yang Maha Batin agar wabah segera berakhir dan semua aktivitas masyarakat dengan suasana barunya kuat lahir dan batin.

”Dengan Mujahadah ini, semoga berkah dari para leluhur Kabupaten Pekalongan wabil Khusus Mbah Liem Imam Puro bisa menjadi spirit dan payung kita semua warga NU untuk selalu memberikan yang terbaik dalam proses pembangunan lahir batin Kabupaten Pekalongan dan kita di jauhkan dari fitnah,” katanya. (sep)