Perajin Batu Bata Tak Terdampak Covid-19

by
TAK TERDAMPAK - Pandemi Covid-19 tak berdampak perajin batu bata di wilayah Kecamatan Gemuh. Produksinya justru meningkat.

“Biasanya sehari setelah pembakaran sudah ada pembeli datang sendiri di sini,” ungkapnya.

Pembuat batu bata lainnya, Busro juga mengaku, bahwa batu bata yang dibuatnya selalu habis terjual, karena sudah ada yang pesan. Di tempat pembuatan batu bata miliknya bisa memproduksi batu bata sekitar 60 ribu sampai 80 ribu biji per bulan. Namun jika musim penghujan kadang hanya bisa memproduksi sekitar 20 ribu batu bata per bulan, karena kendala cuaca, bahkan sampai dua bulan baru bisa melakukan pembakaran. Saat ini yang menjadi kendala adalah semakin sulitnya mencari tanah sebagai bahan baku pembuatan batu bata.

“Tanah sawah sebagai bahan baku untuk membuat batu bata itu belinya agak sulit, karena diambil terus ya makin berkurang,” ucapnya.
Banyaknya pembangunan menjadikan batu bata banyak dicari. Pembeli batu bata tidak hanya dari wilayah Kabupaten Kendal, tapi ada juga pembeli dari daerah sekitar, seperti Batang, Pekalongan dan Semarang. (lid)