Dorong Geliat Industri Fashion, BBPLK Semarang Gelar Fashion Show Virtual

by
Kepala BBPLK Semarang Edy Susanto memberikan cindera mata kepada Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivits Kemenaker Bambang Satrio Lelono disela acara Fashion Show Virtual yang digelar di di Studio Fashion Teknologi BBPLK Semarang, Kamis ( 13/8/2020). Istimewa

Semarang – Sebagai upaya mendorong geliat dunia fashion di tengah pandemi virus corona, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang menggelar fashion show virtual dengan tema ”Semarang Fashion Convention 2020”. Di selenggarakan di Studio Fashion Teknologi BBPLK Semarang, event yang diikuti oleh sedikitnya 30 desainer asal Semarang dan Yogyakarta ini disiarkan live youtube, Instagram, facebook dan zoom.

Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivits Kemenaker Bambang Satrio Lelono yang hadir dalam kegiatan menyambut baik digelarnya Fashion Show Virtual di BBPLK Semarang.

“Kita harus optimis dengan keadaan ini, butuh kreatifitas dan kerja keras bersama – sama agar UMKM tetap tumbuh dengan baik. Terobosan yang dilakukan BBPLK Semarang menggelar kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kreatifitas industri fashion agar tetap optimis disaat ini. Kegiatan ini bisa merangsang UMKM batik dan tenun untuk berkreasi menjadi sebuah industri fashion dengan beragam produknya”, kata Bambang dalam sambutannya.

Kepala BBPLK Semarang Edy Susanto mengatakan, di era tatanan kehidupan baru saat ini memunculkan aturan aturan baru di berbagai sektor. Pelaku bisnis dituntut mampu beradaptasi dan berinovasi untuk bisa survive di tengah pandemi ini.

“Semarang Fashion Convention muncul sebagai wadah bagi pelaku industri fashion, baik desainer maupun brand untuk menunjukkan terobosan terobosan mereka, sebagai bentuk adaptasi sekaligus inovasi dalam bertahan di masa pandemic,” ungkap Edy, Kamis (13/8)

Edy menambahkan bahwa orang mode adalah orang kreatif yang tidak ada matinya. Sehingga di masa pandemi ini yang dibutuhkan adalah kreativitas, inovasi.

“Diperlukan merubah strategi bisnis lebih fokus membuat produk yang lebih dibutuhkan pada masa pandemi ini. Penjualannya pun dilakukan secara daring,” ungkap Edy

Virtual fashion show menampilkan hasil karya dari Life need color (LNC) yang merupakan alumni desainer dari BBPLK Semarang. Selain itu ditampilkan pula karya – karya dari desainer kondang seperti Agied derta, Jenifer Sans, Zuhrotul Khasanah, Aldion supriono, Nina Djoefri, Prizellia Taena, Sugeng waskito, Dadang koesdarto, dan Ryani utami.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Emma Rachmawati menambahkan, “Saat ini ada 300 ribuan UMKM di Jawa Tengah, dan kami akan memberikan bantuan dengan pelatihan digital secara bertahap. Dengan pelatihan digital, UMKM diharapkan bisa lebih produktif dalam menghasilkan produk dan pemasarannya. Mereka tidak hanya menjual kain, tapi juga beragam produk lainnya, seperti handycraft, home dekor dan masker”.

Selanjutnya Fashion Show Virtual ini akan kembali di gelar pada 27 Agustus mendatang, serta di bulan September 2020. (rls)