Harga Komoditas Pertanian Anjlok

by
HARGA TURUN: Harga sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan di Petungkriyono turun. Salah satunya tomat yang harganya hanya Rp 2 ribu perkilo.

PETUNGKRIYONO – Di tengah pandemi Covid-19, harga sejumlah komoditas pertanian di Kabupaten Pekalongan anjlok. Padahal, produktivitas pertanian di musim kemarau ini lebih baik dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Slamet (48), petani dari Dukuh Rowo, Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Selasa (11/8/2020), mengatakan, selama pandemi Covid-19 hasil pertanian di Kecamatan Petungkriyono sebagian besar harganya turun. Ia mencontohkan, harga tomat saat ini hanya Rp 2 ribu perkilo, padahal musim panen sebelumnya masih Rp 5 ribu perkilo.

Harga cabai merah juga kian terjun bebas. Pada musim tanam sebelumnya, harga cabai merah tembus kisaran Rp 25 Ribu hingga Rp 30 ribu perkilo. Namun kali ini harga cabai merah hanya Rp 11 ribu perkilo. “Harga yang masih agak stabil untuk selong. Saat ini masih Rp 6500 perkilo,” kata dia.

Menurutnya, lesunya daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19 diduga sebagai pemicu anjloknya komoditas pertanian. Padahal, lanjut dia, hasil panen musim ini cukup bagus. Tanaman cabai yang biasanya diserang hama dan penyakit tanaman kali ini relatif aman dan hasilnya bagus.

“Kata pengepul kondisi pasar masih sepi, sehingga harga turun,” kata dia.

Perangkat Desa Tlogopakis Dasim, mengatakan, komoditas cengkeh dan kopi juga mengalami penurunan. Harga cengkeh basah biasanya mencapai Rp 28 ribu perkilo saat ini sekitar Rp 16 ribu perkilo. Harga kopi turun menjadi Rp 18 ribu perkilo. Harga kopi saat kondisi normal rata-rata Rp 23 ribu – Rp 24 ribu perkilo. “Mungkin efek corona, harga-harga hasil pertanian pada turun,” kata dia. (had)