Diuji Selama Lima Bulan, Call Centre 112 Akhirnya Dilaunching

by
LAUNCHING - Bupati Batang didampingi jajaran Forkopimda saat melaunching Call Center 112 di Ruang Batang Command Center, kemarin.

Ia menjelaskan, dari sekian ribu panggilan yang masuk kebanyakan adalah prank. Selain itu juga ada panggilan ghost. Meski begitu, Wihaji menganggap masyarakat cukup responsif dengan adanya call center 112 atau sekedar mencoba layanan ini. Namun juga tidak sedikit, yakni sekian ratus yang benar-benar memanfaatkan ini untuk melaporkan kejadian yang sifatnya kedaruratan.

“Harapannya, layanan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, kita juga berinisiatif menambah layanan cepat yang lain seperti orang sakit keras, orang miskin tidak bisa makan, dan juga anak yang kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah (PR)” tambahnya.

Sementara Dirjen PPI Kementerian Kominfo, Ahmad M Ramli menambahkan, Kabupaten Batang masuk dalam 62 Kabupaten/kota yang memiliki layanan kedaruratan call center 112. Layanan ini adalah bentuk hadirnya suatu negara dalam memberikan layanan cepat di berbagai kejadian, baik kebakaran, sarang tawon, kejadian alam juga bencana yang lain.

“Apresiasi untuk Pemkab Batang yang telah berkomitmen penuh stand by 1×24 jam dalam memberikan pelayanan kegawat daruratan kepada masyarakat, karena musibah tidak pernah memandang tempat dan waktu kejadian” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar benar-benar memaksimalkan layanan ini jika terjadi sesuatu dan tidak ceroboh dalam menggunakan pelayanan ini. Di negara maju seperti Amerika, warga sangat bergantung dengan emergancy call. “Artinya, di sana masyarakat sudah paham dan mengerti apa yang menjadi fungsi dari call center 112,” pungkasnya. (nov)