Data 21 Ribu Pekerja Sudah Masuk BPJAMSOSTEK

by
RAMAI - Sejak secara resmi diumumkan pemerintah, banyak masyarakat yang mendatangi kantor BPJAMSOSTEK untuk meminta informasi terkait pemberian subsidi upah bagi pekerja.

Mengenai ketentuan pekerja yang akan diberikan bantuan, dia menjelaskan bahwa sesuai dengan yang disampaikan pemerintah bahwa pekerja yang akan menerima bantuan adalah pekerja penerima upah atau pekerja formal yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta dan aktif sebagai peserta BPJAMSOSTEK hingga Juni 2020.

*Hati-hati! Jangan Manipulasi Data

Terkait ketentuan tersebut, Jatmiko menyatakan bahwa memang selama ini masih ada perusahaan-perusahaan yang memberikan laporan tidak sesuai dengan kondisi yang ada. Termasuk adanya pekerja yang memiliki gaji di atas Rp5 juta namun yang dilaporkan ke BPJAMSOSTEK di bawah gaji yang sebenarnya.

Untuk kondisi tersebut, dia mengimbau agar perusahaan tidak perlu memasukkan karyawan atau pekerja yang tidak sesuai ketentuan dalam data penerima. Sebab program bantuan untuk pekerja yang bersumber dari APBN tersebut dikawal penuh oleh semua lembaga hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan hingga KPK.

“Kami mewanti-wanti agar pekerja yang tidak sesuai ketentuan agar jangan diinput dalam data. Misalnya yang gajinya di atas Rp5 juta, tidak usahlah ikut memasukkan datanya ke sini. Karena ini bisa memunculkan gejolak yang akhirnya juga akan berujung pada turunnya lembaga penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan jika terjadi manipulasi data. Sesuai dengan statement Bu Menteri kemarin, program ini dikawal ketat oleh semua lembaga hukum,” pesannya.

Sehingga momentum pendataan pekerja penerima bantuan tersebut dikatakan Jatmiko sekaligus dijadikan untuk memberikan edukasi kepada perusahaan dan pekerja agar tertib dalam memberikan laporan yang sesuai, rutin membayar iuran serta agar perusahaan bisa mendaftarkan seluruh pekerja sebagai peserta BPJAMSOSTEK.(nul)