Sidang Putusan Akan Digelar Terbuka

by

“Untuk itu (JPU meminta kepada Majelis Hakim) menjatuhkan pidana atas Anak K dengan pidana penjara selama delapan tahun dan enam bulan, dikurangi selama Anak tersebut ditahan dan dengan perintah agar Anak tetap dalam tahanan dan mengikuti pelatihan kerja di Dinas Sosial Kota Pekalongan selama tiga bulan,” imbuhnya.

Sementara, untuk Anak S, imbuh Rudy, JPU menuntut bahwa anak S terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak dan menyebabkan mati, sebagaimana disebutkan dalam Dakwaan ke satu JPU, sesuai Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 huruf c UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Menjatuhkan pidana pada Anak S dengan pidana penjara selama enam tahun dan enam bulan penjara, dikurangi selama Anak ditahan, dengan perintah agar Anak tetap dalam tahanan dan mengikuti pelatihan kerja di Dinas Sosial Kota Pekalongan selama tiga bulan,” bebernya.

Kasus ini bermula dari ditemukannya sesosok mayat remaja di bantaran Sungai Banger Lama, Krapyak, Pekalongan Utara pada Kamis (16/7/2020) pagi. Dari identifikasi, terungkap identitas mayat tersebut adalah Arya (17), warga Setono Gg7, Pekalongan Timur.

Dari penyelidikan Satreskrim Polres Pekalongan Kota, terungkap bahwa pelaku ternyata sepasang kekasih berinisial KNP dan S. Kedua pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (16/7/2020) malam. Dari pemeriksaan, terungkap, motif dari pelaku adalah untuk menguasai sepeda kotor korban.

Sementara, untuk kasus pembunuhan terhadap seorang semaja lainnya yang juga melibatkan KNP dan S dengan TKP eks dealer Daihatsu Kota Pekalongan, saat ini masih dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Pekalongan Kota. (way)