Sidang Putusan Akan Digelar Terbuka

by

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap seorang remaja pelajar SMK bernama Arya (17) di bantaran Banger Lama, Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ini mulai disidangkan persis sepekan lalu, tepatnya Kamis (6/8/2020).

Sidang digelar secara ‘marathon’ setiap hari, kecuali hari Minggu. Kemudian, pada Senin (10/8/2020) sampai pada tahap pembacaan tuntutan dari JPU, lalu pada Selasa (11/8/2020) dilanjutkan dengan pembacaan pledoi atau pembelaan oleh penasehat hukum.

Sidang ini sendiri dilaksanakan secara virtual atau daring dan tertutup untuk umum. Sidang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Setyaningsih SH, didampingi dua Hakim Anggota, Arum Kusumadewi SH MH dan Hilarius Grahita Setya Atmaja SH.

Selain itu sidang dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni di ruang sidang khusus Anak, yang dihadiri Majelis Hakim dan JPU, dan di Rutan Kelas IIA Pekalongan yang diikuti oleh kedua Pelaku Anak yang didampingi Penasehat Hukum.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kota Pekalongan menuntut kedua Anak yang terlibat, KNP dan S, dengan pidana penjara masing-masing 8,5 tahun dan 6,5 tahun dan mengikuti pelatihan kerja di Dinsos Kota Pekalongan selama tiga bulan. Sebagaimana disampaikan Humas PN Pekalongan Rudy Setyawan usai sidang.

“Penuntut Umum dalam tuntutannya menilai bahwa Anak K terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak menyebabkan mati dan pencurian, sebagaimana diatur dan diancam pidana dengan Pasal dalam Dakwaan Pertama ke satu, yaitu Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 c UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan Dakwaan Ke Dua Pasal 362 KUHP,” jelas Rudy.