Anggaran Santunan Kematian Turun Rp 800 Juta

by
PANTAU - Kepala Dinsos Batang, Joko Tetuko, saat melihat antrean masyarakat yang akan mengambil santunan kematian.

“Tidak hanya itu, bagi warga yang rumahnya permanen dan berkeramik tapi tidak punya penghasilan alias tidak bekerja, bisa mengajukan permohonan dana kematian, asalkan ada surat keterangan dari desa,” jelasnya.

Dijelaskan pula, bahwa permohonan dana tersebut sangat mudah, karena menggunakan aplikasi Elektronik Santunan Kematian (E-Sakti) di desa masing – masing yang dipandu oleh perangkat desa. “Aplikasi E-Sakti ini sangat mudah, kalau persyaratanya komplit, maka hari itu juga bisa langsung cair,” terang Joko.

Ditambahkan Joko, dana santunan kematian bagi masyarakat miskin telah digulirkan semenjak Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Batang Suyono menjabat, yang bertujuan untuk membantu biaya pemakaman warga miskin di Kabupaten Batang.

“Sebanyak 1.004 warga miskin di Kabupaten Batang yang meninggal dunia sudah terima dana santunan kematian sebesar Rp 1 juta per orang yang diterima oleh ahli warisnya,” tandas Joko. (fel)