Kantor Disparpora di Lockdown, Sejumlah Pegawai Jalani Swab Test

by
Pegawai Disparpora menjalani Swab Test atas permintaan sendiri guna mengantisipasi penularan Covid-19.

BATANG – Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Pemkab Batang yang berada di lingkungan Setda setempat, di Lockdown selama empat hari. Hal itu dilakukan menyusul adanya satu karyawan yang positif terpapar Covid-19.

“Kita Instruksikan seluruh pegawai di lingkungan Disparpora untuk bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) selama empat hari mulai tanggal 10 hingga 14 Agustus 2020,” ungkap Kepala Disparpora Batang, Wahyu Budi Santoso, Kamis (13/8/2020).

Wahyu Budi menjelaskan, langkah memberlakukan WFH bagi seluruh pegawai di lingkungan kerjanya dilakukan guna memutus mata rantai atau mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, sejumlah pegawai juga telah menjalani Swab Test di Dinas Kesehatan, baik yang kontak erat ataupun atas permintaan sendiri, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Swab Test sendiri sesuai ketentuan dilakukan dua kali, yaitu pada Rabu dan Kamis (12-13/8/2020). Selain itu, kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, apakah pemberlakukan WFH perlu ditambah ataukan cukup empat hari saja,” jelas Wahyu.

Wahyu menambahkan, sesuai arahan Bupati Wihaji, pihaknya langsung gerak cepat menerapkan protokol Zero Covid terkait adanya pegawai yang telah dinyatakan positif Covid-19. Diantaranya melakukan Swab Test untuk pegawai yang mempunyai kontak erat beserta keluarganya, serta melakukan isolasi mandiri.

“Semoga saja mata rantai penyebaran Covid-19 bisa kita putus, sehingga tidak ada lagi pegawai yang tertular,” tandas Wahyu Budi Santoso.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Batang, Mukhlasin mengatakan, pihaknya melakukan Swab Test terhadap pegawai di lingkungan Disparpora maupun pihak lain yang diduga mempunyai kontak erat dengan orang yang positif Covid-19.

“Ada sekitar 50 orang yang menjalani Swab Test selama dua kali berturut-turut. Selain pegawai Disparpora, ada juga anggota keluarga maupun warga yang hasil trackingnya mempunyai kontak erat. Hasil pengambilan uji usap sendiri akan kita kirim ke laboratorium di Semarang,” tandas Mukhlasin. (don)