Protokol Kesehatan Mengendur, Covid-19 Bisa Tumbuh Subur

by
Maulana Yusuf SIP, Ketua DPRD Batang

BATANG – DPRD Kabupaten Batang meminta pemerintah daerah untuk menggalakkan kembali penerapan protokol kesehatan di setiap aktivitas publik, baik perkantoran maupun ruang-ruang sosial. Pasalnya, kecenderungan pelaksanaan protokol kesehatan yang mengendur berpotensi menjadikan penyebaran Covid-19 kian bertumbuh subur di fase kenormalan baru ini.

“Sudah banyak yang menyampaikan, bahwa tren penerapan protokol kesehatan ini semakin mengendur. Bisa jadi, masyarakat sudah jenuh memakai masker, cuci tangan, dan lainnya. Kami bisa memaklumi, bahwa mungkin banyak aktivitas sosial yang terganggu, tetapi justru dengan cara inilah kita bisa mengendalikan pandemi Covid-19,” ungkap Ketua DPRD Batang, H Maulana Yusuf SIP, Senin (10/8/2020).

Sebaliknya, lanjut Yusuf, jika Covid-19 dibiarkan begitu saja tanpa treatment sesuai standar kesehatan, maka pandemi justru akan bertambah panjang, tanpa diketahui kapan berakhirnya. Karena itu, dia berharap masyarakat tetap tegar dan semangat menghadapi pandemi secara optimis, yakni dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Ya perkembangan kasus Covid-19 ini kan cukup melejit, angkanya bahkan tertinggi di eks Karisidenan Pekalongan. Satu sisi, ini bagus karena ketahuan, artinya ada tracking dan testing. Tetapi di sisi lain, potensi penularan dan transmisi lokalnya ini yang harus diwaspadai. Ya caranya dengan disiplin menerapkan protokol. Kita yang masih muda, tubuh fit, imun bagus, mungkin kuat saat terpapar Covid-19, tetapi bayangkan jika kita justru menjadi carrier yang menularkan ke keluarga di rumah,” jelas politisi muda PKB ini.

Sementara Ketua Komisi A DPRD, Danang Aji Saputra ST, menyatakan dukungannya terhadap program Zero Covid-19 yang dicanangkan Bupati Batang dalam menghalau perkembangkan kasus Covid-19 di Batang yang masih tinggi. Karena itu, dia berharap OPD terkait bisa menindaklanjutinya dengan mengawal kebijakan tersebut sesuai tupoksinya masing-masing.