UMKM Didorong Naik Kelas Agar Penyerapan Tenaga Kerja Bisa Lebih Besar untuk Memicu Peningkatan Nilai Ekonomi

by

BUARAN – Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki ke Pekalongan bertujuan agar mendorong UMKM untuk naik kelas supaya penyerapan tenaga kerja bisa lebih besar. Hal itu disampaikan Teten Masduki saat berkunjung ke Pabrik Syukestes yang bergerak dibidang produksi kain batik untuk sarung yang berada di Kabupaten Pekalongan, Jumat (7/8/2020).

Teten juga mengatakan bahwa juga akan terus mendukung terkait dengan pembiayaan dan pengembangan usaha serta market atau pemasaran agar UMKM ini bisa terus berjalan untuk menggerakkan perekonomian ditengah pandemi COVID-19 ini.

“Krisis saat ini lebih berat dari periode sebelumnya, kita harus menjaga kesehatan serta juga memikirkan perekonomian agar terus bergerak,” jelasnya.

Pemerintah terus menggelontorkan pembiayaan untuk masyarakat lewat bansos dan bantuan lain diharapkan agar daya beli masyarakat serta konsumsi meningkat sehingga ekonomi bergulir.

Ekonomi Indonesia dalam lima tahun bisa tumbuh 5% karena kekuatan domestik yakni belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat yang diatas 50%.

“Presiden sudah memerintah ke seluruh Kementerian agar mempercepat belanja termasuk daerah supaya ekonomi bergulir kembali. Dan yang paling penting harus segera mengatasi COVID-19 ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah gencar melakukan upaya peningkatan nilai perekonomian di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Upaya tersebut bertujuan supaya penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pekalongan bisa meningkat.

“Kami menerima kujungan pak mentri di Watusalam tepatnya di pabrik Syukestex. Syukestex ini merupakan usaha yang masih tetap eksis di pandemi Covid-19 karena produknya adalah untuk diekspor ke luar negeri,” kata Bupati Asip.

Oleh karena itu pihaknya akan mendukung pengembangan UKM dengan cara membantu pada aspek peningkatan fiskal dan pemasaran supaya lebih baik lagi.

“Saya juga menyampaikan agar UKM yang seperti inilah yang harus dibantu terutama dari aspek peningkatan fiskalnya dan marketnya. Jadi dibantu dua-duanya pada aspek pembiayaan dan pemasaran,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, apabila pengembangan ini berhasil dilakukan maka diharapkan angka pengangguran dapat menurun dan Kabupaten Pekalongan masih bisa bertahan pada aspek perekonomianya di tengah pandemi ini.

“Inilah denyut kehidupan ekonomi UKM yang menjadi triger atau pemicu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan sampai di tengah-tengah pandemi COVID-19 pun kita masih bisa bertahan,” tandasnya.