Demi Keselamatan Anak, Dinkes Minta Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD di Evaluasi

by
SDN 02 Desa Denasri Wetan Kecamatan Batang menggelar Pembelajaran Tatap muka. Istimewa

BATANG – Meskipun jumlah kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Batang terus mengalami peningkatan, namun Dinas Pendidikan setempat telah mengizinkan digelarnya pembelajaran tatap muka, termasuk untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).

Kondisi tersebut tentu saja mengundang keprihatinan dari banyak kalangan, termasuk pihak Dinas Kesehatan setempat.

“Kami harapkan untuk pembelajaran tatap muka untuk jenjang SD bisa dievaluasi. Dan saya pribadi, sebenarnya keberatan jika hal itu (pembelajaran tatap muka jenjang SD) diselenggarakan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Mukhlasin pada awak media, kemarin.

Mukhlasin menjelaskan, petimbangan pihaknya keberatan atas digelarnya pembelajaran tatap muka bagi jenjang SD yaitu para murid ditingkatan tersebut belum nalar tentang bahayanya penularan covid-19. Disisi lain, penetapan sekolan yang boleh menggelar didasarkan lokasi gedung sekolahnya, juga kurang tepat.

“Bisa saja ada sekolah yang lokasinya berada di desa atau kelurahan yang masuk zona hijau. Namun tidak menutup kemungkinan adanya murid ataupun guru yang berasal dari zona merah, sehingga resiko penularan bisa saja terjadi,” jelas Mukhlasin.

Tidak hanya itu, lanjut Mukhlasin, untuk orang tua siswa yang mengantar dan jemput sekolah, ada kebiasaan ngumpul bareng. Disitu juga ada resiko penularan. “Atas dasar itulah, saya sarankan agar pembalajaran tatap muka di jenjang SD bisa dievaluasi,” lanjutnya.

Mukhlasin juga menyebutkan adanya undang undang perlindungan anak yang mewajibkan mereka untuk dilindungi keselamatannya. Sehingga meskipun ada surat pernyataan orang tua yang menyetujui adanya pembelajaran tatap muka yang wajib patuh terhadap protokol kesehatan, namun demi keselamatan anak-anak, maka sebaiknya diambil langkah yang terbaik bagi mereka.

“Kondisi saat ini memang belum memungkinkan, maka sebaiknya tetap belajar secara online dulu di rumah. Hal itu demi keselamatan anak-anak kita,” tambah Mukhlasin.

Disisi lain, pihaknya tidak keberatan untuk pembelajaran tatap muka bagi jenjang SMP. Pasalnya, anak-anak yang duduk di bangku sekolan menengah pertama sudah nalar dan dewasa, sehingga penerapan protokol kesehatan bisa dilakukan dengan baik.

“Kalau siswa SMP saya setuju pembelajatan tatap muka, karena mereka sudah nalar. Tinggal pengaturan jam sekolah, anak bawa bekal sendiri, orang tua yang jemput tidak boleh berkurumun, cuci tangan dan pake masker atau face shield. Jika hal itu dilakukan, Insyaallah penularan Covid-19 bisa dicegah.” tandas Mukhlasin. (don)