Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Pariwisata Harus Dioptimalkan Secara Maksimal Lewat Program Gerakan BISA

by

PETUNGKRIYONO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mensosialisasikan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di berbagai daerah. Khusus di Kabupaten Pekalongan kegiatan tersebut sudah dilakukan dua kali di dua tempat berbeda yakni Pantai Depok Indah Siwalan dan Welo Asri Petungkriyono, Sabtu (8/8/2020).

Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Haryanto menjelaskan bahwa ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah secara nasional dengan tujuan untuk menggerakkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat yaitu tidak ada jalan lain selain harus ada intervensi dari pemerintah di masa pandemi seperti ini.

“Jadi, manakala pertumbuhan ekonomi kita sudah menurun dan produksi industri juga menurun maka suasana seperti itu harus di dorong secara langsung untuk bergerak dan tumbuh,” ucapnya.

Kemenparekraf juga menilai bahwa masalah pariwisata dan ekonomi kreatif sangat terdampak di masa pandemi. Ini terjadi bukan hanya di Indonesia saja ataupun di suatu daerah tetapi ini terjadi di seluruh dunia.

“Gerakan BISA ini adalah bentuk konkret dari pemerintah melalui Kemenparekraf untuk mendorong perekonomian masyarakat agar pariwisata siap kembali menerima kunjungan wisatawan tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Salah satu tagline atau jargon yang harus disosialisasikan terus menerus adalah Gerakan BISA. Ini salah satu program dari Kemenparekraf disamping ada program lain seperti program bantuan BALASA, bantuan insentif pemerintah dan gerakan penyadaran kesehatan masyarakat melalui webinar dan bimbingan yang selalu dilakukan.

Khusus di Kabupaten Pekalongan, dengan keterbatasan sumber daya yang ada bahwa pariwisatanya sudah berjalan dan bagus. Ada wisata di daerah pesisir pantai dan ada juga wisata di daerah pegunungan dataran tinggi.

“Ini menunjukan bahwa pada hakikatnya potensi wisata di Kabupaten Pekalongan cukup lengkap, tinggal dimaksimalkan saja pengembangannya,” jelasnya.

Sarana penunjang sendiri sudah cukup bagus, akses jalan ke Petungkriyono sudah mulus walaupun jalan tidak terlalu lebar karena kondisi di daerah pegunungan yang jalannya berkelok-kelok. Infrastruktur juga cukup memadai, tinggal kuncinya nanti disamping kesadaran semua bahwa pariwisata merupakan sektor andalan juga harus ada sinergi dan kolaborasi dari semua pihak.

“Saya kira di Kabupaten Pekalongan bahwa modal itu sudah ada, masyarakatnya sangat welcome dan ramah serta potensinya juga besar. Sehingga harapan pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi nasional termasuk perekonomian disini secara bertahap bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romly mengatakan bahwa kegiatan gerakan BISA ini sudah berjalan di pesisir agar pantai itu bersih dan sekarang giliran di daerah pegunungan atau hutan lindung itu terjaga dan masyarakat bisa melihat keindahan alam di dataran tinggi.

Menurut Bisri Romly, di daerah Petungkriyono ini tempat wisatanya banyak dan juga bagus, hanya saja kurang adanya oleh-oleh atau kenang-kenangan. Maka dari itu harus ada sebuah produk agar wisatawan bisa berkesan jika berwisata di Petungkriyono.

“Ada suatu produk unggulan tertentu disini yang harus dikembangkan, saya sarankan yakni jambu khas Gumelem yang 1 kg hanya Rp. 12 ribu. Kalau itu dibawa ke tempat wisata disini baik itu di tempat wisatanya maupun disepanjang jalannya maka bisa dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan, termasuk ada sayur-sayuran seperti lombok, gula merah, dll.” sarannya.

Jika itu dilaksanakan, maka itu akan mendatangkan kesejahteraan dan secara perekonomian akan mendatangkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Itu yang sebetulnya diharapkan, sehat dan juga ada penghasilan yang cukup.

Melalui gerakan BISA ini diharapkan mampu merubah perekomian masyarakat di bidang pariwisata agar mendapatkan penghasilan yang cukup dari kreatifitas sendiri dalam pengembangan wisata agar dioptimalkan secara maksimal.