Kekeringan Mulai Mengancam

by
SUNGAI KERING - Sungai di Desa Bojongkoneng kering akibat kemarau. Sungai ini hanya ada airnya saat musim hujan.

Menurutnya, sumber utama air bersih di desanya adalah air sumur. Namun, saat kemarau, debit air sumur menyusut drastis, bahkan jika kemarau ekstrem air sumur sampai mengering.

“Jika sudah kering ya ndak ada sumbernya. Paling parah biasanya bulan September. Ini sudah mendekati. Saat ini saja sudah ada yang mulai kesulitan air,” kata dia.

Diakuinya, di desanya tidak ada alternatif sumber air bersih selain sumur yang bisa digunakan warga. Menurutnya, sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan ada di Desa Trajumas, dengan jarak sekitar 19 Km.
“Jika sumur mengering, warga memanfaatkan air Kali Keruh yang jaraknya sekitar 2 Km dari desa. Untuk cuci dan mandi itu ke sungai. Untuk minum biasanya air isi ulang,” terang dia.

Dikatakan, kondisi kekeringan terparah terjadi pada tahun 2019. Pada musim kemarau 2019, warga mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD.

“Untuk tahun kemarin ada suplai air bersih dari BPBD,” kata dia.
Ia berharap, ada pembangunan jaringan air bersih di desanya. Sehingga, saat musim kemarau warga tidak kesulitan air bersih.

“Sumber air bersih pernah disurvei itu ada di Desa Trajumas. Jaraknya sekitar 19 Km. Dari program DAK juga pernah ke sana, tapi katanya anggarannya tidak mencukupi. Kalau di sekitar daerah sini tidak ada sumber mata air yang bisa mencukupi seluruh desa. Paling ada hanya cukup untuk 1 dukuh,” ujar dia. (had)