Kekeringan Mulai Mengancam

by
SUNGAI KERING - Sungai di Desa Bojongkoneng kering akibat kemarau. Sungai ini hanya ada airnya saat musim hujan.

**Sumber Air Bersih Wilayah Atas Mulai Menyusut

KANDANGSERANG – Ancaman kekeringan mulai dirasakan masyarakat di wilayah pegunungan di Kabupaten Pekalongan. Sebagian sumber air bersih di wilayah atas mulai menyusut.

Wahyatin (60), warga Dukuh/Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kamis (5/8/2020), mengatakan, saat musim kemarau, desanya langganan kesulitan air bersih. Pada musim kemarau saat ini, kata dia, tanda-tanda kekeringan sudah mulai dirasakan warga di desa itu.

“Sumur saat ini juga sudah mulai ada yang mengering,” kata dia.
Dengan debit air sumur yang kian sedikit, lanjut dia, untuk mandi dan mencuci pakaian sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sungai. “Kami mandi sambil nyuci baju di Kali Keruh. Jarak sungai ke kampung sekitar setengah jam kalau jalan kaki,” kata dia.

Untuk kebutuhan air minum, warga biasanya membeli air isi ulang. Satu galon air isi ulang harganya Rp 10 ribu. Di tengah pandemi Covid-19, kata dia, kondisi perekonomian warga juga ikut terdampak.

“Sebagian besar warga di sini merantau ke Jakarta. Rata-rata bekerja di proyek.

Makanya di desa ini isinya perempuan semua,” kata dia.
Kepala Desa Bojongkoneng Tumiyati, dikonfirmasi membenarkan jika desanya langganan kesulitan air bersih saat musim kemarau.