2 RS dan 4 Puskesmas Sudah Layani KB Pasca Persalinan

by
LAYANAN KB - Salah satu akseptor saat mengikuti layanan KB di salah satu Puskesmas.

BATANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mengajak masyarakat untuk memilih KB Pasca Persalinan (KBPP) untuk mengendalikan laju penduduk. KB dengan sistem ini pun sudah bisa dilayani di 6 Faskes yang ada di Batang, seperti RSUD Batang, RS QIM, Puskesmas Bandar 1, Puskesmas Gringsing 1, Puskesmas Subah, dan Puskesmas Bawang.

“Saat ini kami tengah menggencarkan program KBPP, baik implan maupun IUD. KB Pasca Persalinan ini dilakukan maksimal 48 jam setelah melahirkan. Jadi bisa lebih maksimal lantaran setelah persalinan, langsung pasang alat KB. Untuk tahun ini kami sudah ada 6 faskes yang melayani. Tahun depan diharapkan semua Puskesmas juga sudah bisa melayani KBPP,” jelas Kabid KB DP3APK2B Batang, Singgih Pujiono didampingi Kasi Pembinaan dan Pelayanan KB, Himawan PH.



Menurutnya, KBPP dapat menekan angka kematian ibu, oleh sebab dapat menyiapkan ibu untuk kelahiran selanjutnya. “Kematian ibu di Indonesia masih tinggi, dan salah satu yang efektif menekan adalah KB. Pesan dari WHO, ibu setelah bersalin harus menunggu sampai dua tahun sebelum hamil lagi. Dua tahun mulai KB, setelah itu lepas, dan kemudian baru program hamil. Sehingga dapat mempersiapkan kehamilan berikutnya dengan baik dan menurunkan kemungkinan kematian ibu,” jelasnya.

Ia pun berharap dengan sosialisasi ini, ke depan setelah persalinan ibu-ibu dapat segera menggunakan KB. “Entah itu IUD ataupun Implan, kami sarankan di antara dua itu. Kalau pun mungkin anaknya sudah tiga atau empat, bisa saja langsung menggunakan KB steril,” pungkasnya. (nov)