Benahi Sektor Wisata, Pemkot Latih Pemandu Wisata

by
PELATIHAN - Wali Kota HM Saelany Machfudz SE membuka acara pelatihan pemandu wisata dan kuliner, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno,SH,MM menjelaskan kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 40 orang penggiat sektor wisata tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan wisata budaya kuliner dan belanja, serta melahirkan pemandu wisata yang andal dan bisa memasarkan pariwisata Kota Pekalongan.

Menurut Sutarno, selama pandemi Covid-19 kemarin, aktivitas sektor pariwisata sempat mengalami kevakuman karena harus menyesuaikan dengan pembatasan-pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah, guna mempersempit ruang gerak penularan wabah ini. Namun, dengan dimulainya adaptasi kebiasaan baru yang diisyaratkan pemerintah, seluruh aspek kehidupan didorong untuk produktif di tengah pandemi dengan tetap memperketat protokol kesehatan.

“Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 6-8 Agustus 2020 dengan sasaran 40 peserta yang terdiri dari para pengelola kuliner khas Pekalongan, pengurus dan pengelola destinasi wisata yang ada di Kota Pekalongan, Komunitas Blogger, dan perwakilan duta wisata. Dalam tiga hari kedepan mereka akan dibekali materi-materi pengembangan potensi wisata belanja dan kuliner selama dua hari, kemudian di hari terakhir mereka akan mengikuti Orientasi Lapangan di Kabupaten Brebes untuk study banding memodifikasi potensi wisata dan kuliner yang ada disana untuk diterapkan di Kota Pekalongan,” beber Sutarno.

Lebih lanjut, Sutarno menambahkan bahwa sektor wisata di Kota Pekalongan sudah mulai dibuka secara bertahap dengan persiapan-persiapan mekanisme penerapan protokol kesehatan yang berlaku di setiap lokasi wisata untuk selanjutnya terlebih dulu dievaluasi.

“Dengan adanya pelatihan ini kami berharap akan terbangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, profesional, terampil baik secara kemampuan dan pengetahuan, sopan, dan santun demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan yang berkunjung, karena tamu adalah raja sehingga ketika mereka bisa betah dan datang kembali berkunjung ke Kota Pekalongan,” tandas Sutarno. (dur)