Benahi Sektor Wisata, Pemkot Latih Pemandu Wisata

by
PELATIHAN - Wali Kota HM Saelany Machfudz SE membuka acara pelatihan pemandu wisata dan kuliner, kemarin.

KOTA – Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, upaya membangkitkan sektor ekonomi dan wisata dari dampak Covid-19 gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) setempat menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dengan menggelar pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja selama tiga hari, mulai Selasa-Kamis (6-8/8/2020) di Hotel Nirwana Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz,SE yang hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas digelarnya kegiatan pelatihan yang difasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Wisata dari Kemenparekraf RI ini sebagai upaya mempersiapkan para pemandu wisata, kuliner dan belanja agar bertahan dan bangkit di masa pandemi Covid-19 serta mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan ke Kota Pekalongan.

“Atas nama Pemerintah Kota Pekalongan kami apresiasi atas diselenggarakannya pelatihan bagi para pemandu wisata, kuliner dan belanja ini. Pemerintah saat ini sangat serius dan mendorong agar sektor wisata di Kota Pekalongan ini bangkit kembali. Melihat banyaknya potensi daerah yang menjadi sektor unggulan daerah baik itu kulinernya seperti nasi megono, soto tauto, mieso, dan sebagainya yang sangat lezat dan beragam. Selanjutnya, di sektor belanja juga batik Pekalongan saat ini sudah mendominasi dan dikenal baik di kancah nasional maupun mancanegara,” terang Saelany.

Dengan dimulainya adaptasi kebiasaan baru, lanjut Saelany, sektor wisata di Kota Pekalongan sudah mulai ada sedikit kelonggaran dengan dibukanya beberapa obyek wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dituturkan Saelany, dalam masa adaptasi kebiasaan baru kegiatan yang sempat dilarang sudah diaktifkan di antaranya wisata dan usaha kuliner.

“Sebagai salah satu kota pusat kegiatan, dengan semakin tumbuhnya usaha-usaha perhotelan, usaha perputaran perekonomian Kota Pekalongan ini meskipun daerahnya tidak begitu luas dan sedikit lahan alamnya, kami memfokuskan bagaimana mengandalkan potensi-potensi daerah yang ada agar Kota Pekalongan ini dikunjungi banyak wisatawan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti pengunjung wajib memakai masker atau faceshield, rutin mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan sebagainya. Sehingga hotel, kuliner akan ramai, produk-produk asli Pekalongan ini tetap diburu dan laku dibeli oleh wisatawan terlebih saat ini Kota Pekalongan juga bakal segera merealisasikan Wisata Air Terbesar se-Indonesia yang dapat menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung,” papar Saelany.