Pelaku Pembunuhan Pelajar SMK Didakwa Pasal Berlapis

by
MENJELASKAN - Humas PN Pekalongan, Rudy Setyawan menjelaskan tentang sidang perdana kasus pembunuhan berencana terhadap remaja dengan pelaku dua anak di bawah umur di PN setempat, Kamis (6/8/2020). Wahyu Hidayat

*Sidang Dilaksanakan secara Online dan Tertutup untuk Umum
*Penasehat Hukum Tidak Ajukan Eksepsi

KOTA – Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, Kamis (6/8/2020) menggelar sidang perdana kasus pembunuhan terhadap remaja di bantaran Sungai Banger Lama, Krapyak, Pekalongan Utara beberapa waktu lalu. Kedua pelaku, yakni KNP alias NK (17) dan S (16) menjadi Pelaku Anak dalam perkara ini.

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Setyaningsih SH, didampingi dua Hakim Anggota, Arum Kusumadewi SH MH dan Hilarius Grahita Setya Atmaja SH.

Sidang tindak pidana khusus Anak ini digelar secara virtual atau daring, dan tertutup untuk umum.

Selain itu, sidang dilaksanakan di dua lokasi. Pertama, bertempat di ruang sidang khusus Anak, yang dihadiri Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Kota Pekalongan, dan para saksi. Sedangkan lokasi kedua, bertempat di Rutan Kelas IIA Pekalongan, diikuti oleh kedua Pelaku Anak yang didampingi Penasehat Hukum serta Petugas Balai Pemasyarakatan.

Dalam sidang ini, Majelis Hakim PN Pekalongan memeriksa dua berkas untuk perkara yang sama. Pertama, Pelaku Anak berinisial S, diperiksa dalam berkas Perkara Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pkl. Sementara, Pelaku KNP alias NK, diperiksa dalam berkas Perkara Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pkl.

DAKWAAN KOMBINASI DAN BERLAPIS

Ketua PN Pekalongan Sutaji SH MH, melalui Humas PN Pekalongan Rudy Setyawan SH, saat ditemui Radar Pekalongan usai persidangan menjelaskan bahwa sidang perdana ini mengagendakan pembacaan dakwaan oleh JPU dan langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

“Setelah JPU membacakan dakwaannya, penasehat hukum dari Anak yang bersangkutan tidak mengajukan eksepsi atau keberatan. Sehingga sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi,” katanya.

Dia menyebutkan, ada enam saksi yang diperiksa dalam sidang perdana ini. Termasuk diantaranya orang tua korban, mewakili saksi korban.

Dia menambahkan, sidang akan dilanjutkan pada Jumat (7/8/2020), dengan agenda pemeriksaan saksi dan pembuktian. “Hari Jumat masih ada dua orang saksi yang akan diperiksa,” katanya.

Rudy Setyawan mengungkapkan, dalam sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan, JPU mendakwa KNP alias NK dan S dengan dakwaan kombinasi. Yakni, kombinasi antara dakwaan alternatif, kumulatif, dan subsidaritas. Artinya, Anak yang menjadi pelaku dalam perkara ini didakwa dengan pasal berlapis.

Dijelaskan Rudy, KNP alias NK yang diperiksa dalam berkas Perkara Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pkl didakwa dengan dakwaan kombinasi alternatif, kumulatif, dan subsidaritas.

Pada dakwaan alternatif ke satu, KNP alias NK didakwa dengan Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 huruf c UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Lalu, dakwaan alternatif ke dua, didakwa dengan Pasal 362 KUHP. Dalam dakwaan alternatif ke dua ini, KNP alias NK juga didakwa dengan dakwaan primer dan subsider. Dakwaan primer ke satu, yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sementara dakwaan primer ke dua, didakwa dengan Pasal 362 KUHP.

Sedangkan, dakwaan subsidernya, didakwa dengan Pasal 339 KUHP, yakni tentang pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu tindak pidana lain. “Lebih subsider lagi, didakwa dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 362 KUHP. Selain itu ada pula dakwaan alternatif ke tiga, yakni Pasal 365 ayat (3) KUHP,” terangnya.

Sementara, S, selaku pacar dari KNP alias NK, yang diperiksa dalam berkas Perkara Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pkl, juga didakwa dengan pasal berlapis. “Dia didakwa dengan dakwaan alternatif dan subsideritas,” jelas Rudy.

Dakwaan dimaksud, rinci Rudy, pada dakwaan alternatif ke satu yakni didakwa dengan Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 huruf c UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Atau, alternatif ke dua, dalam dakwaan primer disebutkan bahwa Anak tersebut didakwa dengan Pasal 340 juncto Pasal 56 KUHP, subsider Pasal 339 juncto Pasal 56 ayat (2) KUHP. Lebih subsider lagi, didakwa dengan Pasal 338 juncto Pasal 56 ayat (2) KUHP.

“Sedangkan pada dakwaan alternatif ke tiga, Anak tersebut didakwa dengan Pasal 365 ayat (3) juncto Pasal 56 KUHP. Jadi, bisa dikatakan, dakwaannya berupa dakwaan alternatif subsidaritas,” tandas Rudy Setyawan. (way)