Dua Pegawainya Positif, Kantor Setda Kendal Di-lockdown

by
Pegawai di lingkungan Setda Kendal jalani Rapid Test. Nur Kholid

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melakukan rapid test dan swab kepada ratusan pegawai di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kendal, Jumat (6/8). Rapid test dan swab yang bdilakukan petugas medis Dinkes itu juga dilakukan kepada orang nomor satu di Kabupaten Kendal.

Tindakan itu karena ada dua pegawai di lingkungan tersebut yang terkonfirmasi positif covid-19. Yakni pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). Test swab hanya dilakukan untuk pegawai yang kontak erat dengan kedua pegawai yang terkonfirmasi covid tersebut.

Usai rapid test dan swab, Bupati Mirna Annisa, mengatakan rapid test dan swab untuk pegawai di lingkungan Kantor Setda Kendal tersebut dilakukan karena ada dua pegawai yang terkonfirmasi positif covid-19. Yakni pegawai diskominfo dan Bakeuda.”Benar ada 2 pegawai di lingkungan Setda yang ;positif covid,” katanya.

Mirna, mengungkapkan kedua pasien positif cobvid tersebut terdapat kontak dengan penderita pasien positif lainnya. Pegawai Diskominfo diduga kuat terpapar dari salah satu anggota keluarganya yang juga positif covid-19. Sedangkan pegawai Bakeuda diduga kuat terpapar dari adiknya.”Guna antisipasi penyebaran covid, semua pegawai di lingkungan Kantor Setda ini di rapid test dan swab,” ungkapnya.

Mirna, menyatakan dengan ditemukannya dua pegawai positif covid sehingga membuat dirinya mengintruksikan untuk menutup sementara Kantor Setda Kendal. “Hanya dua hari ditutup, tanggal 6-7 Agustus 2020. Sementara waktu semua pegawai diliburkan. Nanti menyusul hasil tracing,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal, dr Budi Mulyono, mengatakan untuk beberapa orang yang diduga kontak erat dengan pasien positif tak hanya dilakukan rapid test akan tetapi juga swab.”Untuk jumlah pegawai yang di rapid test dan swab masih bisa bertambah. Yakni setelah mengetahui dari hasil penelusuran kontak erat pasien positif dengan pegawai lainnya,” tukasnya.

Dijelaskan hingga kemarin jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) ada 14 orang. Semua pasien yang dirawat tersebut dalam kondisi ringan hingga sedang. Untuk pasien tanpa gejala bisa isolasi mandiri. “RSDC saat ini sudah dapat tambahan alat PCR, jadi pemeriksaan swab nanti hasilnya lebih cepat. Semoga hasil bisa cepat diketahui,” tandasnya.

Dengan adanya dua pegawai di lingkungan Kantor Setda yang positif covid 19, muncul sebuah surat edaran yang bertanda tangan Sekda Kendal, isinya bahwa seluruh PNS Setda Kendal diliburkan selama tujuh hari. Namun keberadaan surat edaran tersebut dinilai tidak benar alias hoax.

“Tidak benar itu mas. Yang benar adalah Kantor Setda Kendal ditutup selama dua hari. Tidak tahu apa motif orang yang telah membuat surat edaran PNS Setda Kendal diliburkan tujuh hari itu,” kata M Toha, Sekda Kendal. (lid)