Dibanding Bagi Kuota, Komisi C Pilih Optimalisasi Telecenter

by
RAPAT KERJA - Komisi C menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika membahas terkait upaya mendukung pembelajaran daring.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Soeroso menjelaskan bahwa perjumpaan fisik merupakan kebutuhan utama dalam pembelajaran tingkat dasar. Sehinga ketika pembelajaran tatap muka ditiadakan, maka tidak dapat digantikan metode lain.

“Teknologi memang membantu, tapi tidak bisa menjadi pemeran utama. Itupun di dalamnya masih banyak kendala. Pertama terkait SDm, guru tidak dilatih dan tidak dicetak sejak awal untuk membuat konten belajar digital. Jika ada pembelajaran dari luar, itu pun tidak mewakili kurikulum di mana di SD ada sembilan mapel dan SMP ada 14 mapel,” jelasnya.

Kemudian, juga ada berbagai kendala dalam proses pembelajaran daring sendiri. Mulai dari pembuatan konten, media atau fasilitas untuk penayangan konten, hingga jadwal. “Sehingga untuk membantu salah satu masalah itu kami ajukan untuk membantu siswa dalam hal pembelian kuota internet bagi 1.750 siswa SD dan 3.513 siswa SMP. Yakni bagi siswa yang tidak mendapatkan bantuan personal berupa KIP atau PIP,” kata Seoroso.

Menurutnya, apa yang diupayakan Dinas Pendidikan adalah salah satu upaya yang harus dilakukan meski tetap ada resiko tidak tepatnya sasaran pemanfaatan atau fungsi yang diberikan. “Tapi kalau diarahkan untuk yang lain, kami siap-siap saja. Keadaan yang kami usulkan memang paling minimalis, tidak menyelesaikan masalah? memang iya. Tapi ini salah stau upaya,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinkominfo, Yos Rosyidi dalam paparannya menjelaskan bahwa untuk mendukung pembelajaran daring pihaknya memfasilitasi lewat TV dan radio walapun tidak bisa memenuhi kebutuhan siswa secara penuh. Melalui Batik TV, pihaknya sudah bekerjasama dengan TV edukasi untuk menyiarkan konten pembelajaran yang kemudian disiarkan pada pukul 11.00 hingga pukul 13.00 setiap hari.

“Kami di sini sifatnya membantu. Kami juga sudah mengusulkan kepada TAPD untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk memproduksi video pembelajaran yang dapat disiarkan di TV,” jelasnya.(nul)