Upaya Guru Zumrotun Memproduksi Teh Sodong, Dulu Rp 1.500/Kg, Kini Harganya Rp 85 Ribu/Kg

by
KEMAS TEH - Salah satu pegawai Teh Pucuk Juhar saat mengemas teh ke dalam bungkus.

Kabupaten Batang menjadi salah satu produsen teh berkualitas, salah satunya di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal. Sayangnya, belum semua petani mendapatkan harga tinggi ketika menjual teh mereka. Tetapi berkat sentuhan dingin seorang guru, Zumrotun, kini produk teh Sodong pun naik kelas.

DULU, di musim panen, petani biasanya hanya menjual ke tengkulak dengan murah. Bahkan, tidak jarang harganya tak lebih dari Rp 1.500 per kilogramnya.

Prihatin dengan kondisi tersebut, seorang guru bernama Zumrotun mengajak warga yang sebagian besar merupakan petani teh untuk belajar mengolah daun teh pucuk menjadi produk teh dengan kualitas premium.



Kendati pengolahan teh masih menggunakan cara tradisional dengan teknik herbal, namun hasilnya tidak kalah dengan pabrikan. Dari berbagai percobaan, akhirnya kini mereka bisa menjual teh dengan harga tinggi. Bahkan sekarang harga teh dibanderol Rp 85 Ribu perkilogramnya.

“Niat awalnya memang agar teh lokal bisa naik kelas dan harganya bisa tinggi, untuk bisa naik kelas kualitas produknya harus diperbaiki,” tuturnya.