BOS Bisa Dipergunakan untuk Bantuan Membeli Kuota Siswa Tak Mampu dan Guru

by
Achmad Taufiq Kepala Disdikbud Batang

BATANG – Model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring ternyata tidak sepenuhnya bisa dijalankan maksimal. Penyebabnya, tidak sedikit orang tua siswa yang kesulitan untuk membelikan paket data internet, karena kondisi ekonomi tak mampu. Atas permasalahan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang memutuskan mengizinkan pengunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk bantuan kuota internet bagi siswa SD maupun SMP negeri dan swasta guna mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq, mempersilahkan bagi siswa yang orang tuanya berpenghasilan rendah atau masuk dalam golongan tidak mampu untuk bisa mengajukan bantuan kuota internet pada sekolah.



“Bantuan diberikan secara selektif, sehingga tidak semua siswa dapat bantuan kuota. Hanya mereka yang tergolong orang tidak mampu saja. Silahkan bisa menemui kepala sekolahnya. Kita sudah mempersilahkan untuk sekolah yang ingin menganggarkan bantuan kuota bagi siswa dengan menggunakan dana BOS,” ungkapnya, Rabu (5/8/2020).

Adapun, kata dia, besaran bantuan kuota internet yang diberikan kepada siswa bergantung pada masing masing sekolah. Sebab, anggaran setiap sekolah berbeda satu sama lainnya. “Kita tidak bisa sebutkan besaran nominalnya, karena setiap sekolah berbeda beda,” katanya.

Bantuan kuota internet itu, lanjut Taufiq, juga diperuntukkan bagi para guru pengajar. “Bantuan kuota internet ini kita berlakukan selama masa pandemi Covid-19 saja,” ucapnya.