Dua Hari, Dua Kejadian Longsor

by
Longsor
LONGSOR - Warga dan petugas bekerja sama membuka akses jalan yang tertimbun longsor, Senin kemarin. MUHAMMAD HADIYAN
Longsor
LONGSOR – Warga dan petugas bekerja sama membuka akses jalan yang tertimbun longsor, Senin kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Di Kota Santri

Tingginya curah hujan di Kabupaten Pekalongan membuat dataran tinggi di Kota Santri rawan longsor. Dua hari, dua kejadian longsor terjadi di Kabupaten Pekalongan. Yakni di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang yang mengakibatkan jalan penghubung Desa Bodas, Sabtu (6/1) malam); dan Desa Klesem lumpuh, dan Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang yang sempat membuat akses ke 11 desa tertutup, Minggu (7/1).

Namun, saat ini jalan penghubung antar Kecamatan Karanganyar-Lebakbarang yang sempat tertimbun longsoran tebing itu, sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Begitu pula longsor yang terjadi di Desa Bodas Kandangserang. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap harus berhati-hati jika melintasi jalan di perbukitan, khususnya di jalur yang rawan longsor tersebut.



Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, kemarin (9/1), mengatakan, longsor di Desa Lolong, tepatnya di Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang kini sudah bisa dilalui. Pihaknya bekerjasama dengan beberapa pihak, di antaranya PMI, PLTMH, PLN, DPU Taru, TNI, Polri, Camat Karanganyar, dan Camat Lebakbarang, serta kepala desa setempat, melakukan pembersihan material longsor dan pohon tumbang di lokasi kejadian. Alat berat pun dikerahkan dalam proses pembersihan material tanah, batu dan kayu tersebut.

“Alhamdulillah, sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.

Sebelumnya, longsor di Desa Lolong Karanganyar itu tidak hanya membuat tertutupnya akses ke 11 desa kecamatan, namun juga mengakibatkan listrik padam. Pasalnya, material longsor disertai batang-batang pohon besar yang tumbang sampai mengenai jaringan listrik PLN dan PLTMH. Kini, semua material longsor sudah disingkirkan dari badan jalan, dan sudah aman.
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk hati-hati saat melintasi jalan yang rawan longsor.

Dijelaskan, Bulan Januari ini, curah hujan masih tinggi dan diprediksi menjadi puncaknya musim penghujan. Bencana longsor dan angin kencang belakangan sering terjadi di Kota Santri. Sampai sekarang, status siaga darurat bencana masih berlangsung di Kabupaten Pekalongan.

“Sesuai SK Bupati, selama 121 hari status siaga darurat bencana. Terhitung sejak 1 Desember 2017, hingga Maret mendatang,” tandasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito