Radar Kajen

697 Mahasiswa Unikal Diterjunkan ke 13 Kecamatan

KKN Unikal

Bupati Pekalongan saat menerima penerjunan 697 mahasiswa KKN Unikal di Pendopo Rumdin Bupati, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Sebanyak 697 mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) diterjunkan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pekalongan. Mereka dilepas oleh Rektor Unikal Suryani, dan diterima langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Acara serah terima mahasiswa Unikal KKN berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan, Selasa (9/1).

Para mahasiswa Unikal akan melakukan KKN mulai tanggal 9 Januari hingga 8 Februari 2018.

Selama di lapangan, selain mengajar, mahasiswa juga belajar studi oleh dosen pembimbing untuk melaksanakan program-program konkrit yang berkaitan dengan pengembangan Kampung KB.

Mahasiswa KKN ini terdiri dari program studi (prodi) Manajemen 187 mahasiswa, prodi Akuntansi 53 mahasiswa, prodi Hukum 5 mahasiswa, prodi Perikanan 36 mahasiswa, prodi Pertanian 16 mahasiswa, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat 78 mahasiswa, Keperawatan 46 mahasiswa, Matematika 79 mahasiswa, Bahasa Indonesia 121 mahasiswa, Bahasa Inggris 67 mahasiswa dan mahasiswa dari Brunei Darussalam 9 orang.

Lokasi KKN berada di 78 Dukuh Kampung KB di 13 Kecamatan Kabupaten Pekalongan. Dari 13 Kecamatan dipilih 2 Desa dan di masing-masing Desa dipilih 3 Dukuh atau 3 kelompok KKN, masing-masing kelompok terdiri dari 8 hingga 9 mahasiswa. Lokasi KKN masing-masing di Kecamatan Wonokerto, Talun, Kedungwuni, Doro, Wonopringgo, Bojong, Karanganyar, Paninggaran, Kajen, Buaran, Kesesi, Sragi dan Karangdadap.

KKN Tematik Kampung KB dengan tema Penguatan Kampung KB Menuju Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan problem solving yang dialami oleh masyarakat setempat. Sehingga masyarakat mampu mengatasi masalah sehari-hari secara mandiri.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Universitas Pekalongan atas kepercayaannya menjadikan Kota Santri sebagai lokasi KKN.

“Melalui KKN mahasiswa mampu menjadi motivator dan fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat. Untuk itu saya mengimbau agar ada koordinasi dan kerjasama yang baik antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan stakeholders dalam upaya mensinergikan program dan kegiatan KKN dengan program-program pemerintah yang ada di desa,” pesannya.

Dijelaskan, Pemkab Pekalongan sangat membutuhkan bagaimana masyarakat Kabupaten Pekalongan diedukasi, kemudian didampingi, dikasih/transit ilmu. Hal ini karena Bupati menyadari pihaknya sebagai Bupati Pekalongan kurang lebih 1,5 tahun masih banyak indikator pembangunan yang masih perlu di perjuangkan secara serius. Indikator pembangunan itu ada delapan, salah satunya adalah indeks pembangunan manusia (IPM). Kabupaten Pekalongan ini IPMnya adalah 67 koma sekian. Rata-rata di eks Karesidenan Pekalongan, IPM kita ini tertinggi, kalah dengan Kota Pekalongan IPMnya 72, Kota Tegal 72 juga, Batang 66 dan paling rendah Kabupaten Brebes 63.

“Nah salah satu indikator IPM adalah derajat kesehatan. Pada tahun 2014/2015 Kabupaten Pekalongan adalah Kabupaten Nomor Satu di Jawa Tengah untuk Angka Kematian Ibu Melahirkan. Tapi alhamdulillah saya menjadi Bupati pada tahun 2016 hingga tahun 2017 Angka Kematian Ibu Melahirkan turun drastis, dari 38 kasus di tahun 2014/2015, di akhir tahun 2017 hanya 12 kasus. Inilah yang nantinya akan menaikan IPM kita, karena target RPJM kita pada tahun 2018 IPM kita 68 insya Allah dapat tercapai,” jelasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments