Pembelajaran Tatap Muka Segera Dievaluasi

by
GUNAKAN MASKER - Para siswa SDN Denasri Wetan 02 saat melaksanakan pembelajaran tatap muka dan menggunakan masker dan jaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan.

*Penerapan di Beberapa Sekolah Belum Sesuai

BATANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang mulai Senin (3/8/2020) kemarin melaksanakan pembelajaran tatap muka jenjang SD. Pembelajaran tatap muka ini hanya diperuntukkan bagi daerah yang masuk zona hijau. Adapun untuk daerah yang belum keluar dari zona hijau diharapkan untuk menunda pembelajaran tatap muka.

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq menjelaskan, untuk pembelajaran tatap muka Senin kemarin tidak ada kendala yang berarti. Sekolah sudah berusaha memaksa protokol kesehatan sesuai yang dipersyaratkan untuk menggelar tatap muka. Hanya saja, masih ada beberapa yang akan dievaluasi pihaknya selama seminggu ke depan.

“Sejauh ini belum ada kendala, dan sudah berjalan sesuai prosedur. Selama satu Minggu ke depan ini kami akan melaksanakan evaluasi terkait program ini, selanjutnya nanti kami akan rumuskan bagaimana keberlangsungan program tatap muka ini,” jelas Taufiq saat diwawancarai, Senin, (3/8/2020).

Ada beberapa masukan dari orang tua yang kini tengah dikaji Disdikbud. Pasalnya, beberapa orang tua mengeluhkan lantaran belum seimbangnya pembelajaran kombinasi antara tatap muka dan pembelajaran jarak jauh dengan daring. Di beberapa sekolah masih ada penerapan yang belum sesuai, sehingga jika dijadwal anak hanya mendapatkan giliran tatap muka sekali dalam seminggu.

“Ada yang jadwal daringnya seminggu sekali. Dan ada beberapa orang tua yang masih mengeluh. Ternyata setelah kami telusuri, di sekolah tersebut satu ruangan diisi dengan 8 murid saja. Padahal jika menerapkan standar protokol kesehatan masih bisa diisi hingga 15 orang. Sehingga nantinya diharapkan nanti bisa dijadwal ulang kembali agar pembelajaran daring dan tatap muka bisa seimbang sesuai kesepakatan,” imbuhnya.

Taufiq juga menambahkan, bagi daerah yang sudah kembali statusnya menjadi zona hijau, maka diperkenankan untuk menggelar tatap muka. Sebaliknya jika status daerah dari zona hijau menjadi zona merah, maka pihaknya juga berharap pembelajaran tatap muka untuk ditunda dan diganti pembelajaran jarak jauh. (nov)