Kawasan Hutan Alam Petungkriyono menjadi Destinasi Wisata sekaligus untuk Penguatan Sektor UMKM

by

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjadi narasumber webinar dalam rangka sinergitas perencanaan pengembangan UMKM wisata alam dengan topik pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di daerah Petungkriyono.

Acara webinar di Rumah Dinas Bupati pada Kamis (30/7/2020). Bupati Asip hadir didampingi istri, Kepala Dinporapar, Kepala Dinperindagkop dan UKM, Kepala Dinkominfo dan Kepala Bappeda Litbang.

Dalam webinar tersebut Bupati memaparkan wisata alam yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kalau selama ini Kabupaten Pekalongan dikenal batiknya saja, tapi dibalik batik juga menyimpan kekayaan wisata alam yang sejak puluhan tahun lalu belum dieksplor secara maksimal.

“Dengan kerjasama pentaholic kita sekarang bisa membuka kawasan hutan alam Petungkriyono menjadi sebuah destinasi wisata sekaligus untuk penguatan sektor UMKM. Kita dibantu secara detail dan sistemable oleh kawan-kawan dari kowistara terutama pada aspek legalitas,” paparnya.

Secara geografis Kabupaten Pekalongan dibagi beberapa wilayah. Wilayah selatan pegunungan, wilayah utara adalah laut. Menurut Bupati pihaknya punya misi bagaimana mengangkat lokal wisdom untuk menjadikan masyarakat lebih berdaya. Terutama yang UMKM, pertanian, peternakan dan perikanan.

“Jadi kita punya misi untuk menfasilitasi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada UMKM tapi basicnya potensi lokal. Ini terus kita wujudkan termasuk pembangunan di bidang pariwisata,” lanjutnya.

Untuk wilayah Petungkriyono, Bupati menerangkan bahwa Petungkriyonp sudah ada sejak jaman purba. 73% wilayahnya merupakan kawasan hutan, terdiri hutan produksi dan hutan lindung. Salah satu keunggulan Petungkriyono adalah hutan belantara yang masih perawan di pulau Jawa, kemudian habitat flora dan fauna banyak sekali. Ada Owa Jawa, macan kumbang, burung-burung elang jawa dan lainnya.

Ada beberapa destinasi dan agenda pariwisata di Petungkriyono seperti curug muncar, waterfall, curug bajing, wello, airnya bersih semua, perkebunan kentang dan agrowisata lainnya, juga perkebunan kopi yang menghasilkan kopi Petung yang terkenal. Dari segi pertunjukan, ada Festival rogojembangan.

Selanjutnya dijelaskan pula Kementrian PUPR membangun akses jalan senilai 50 Milyar. “Jalan yang sekarang lebarnya 4 meter nanti akan dilebarkan sampai 9-10 meter sehingga aksesnya akan lebih mudah. Kemudian dari Kementrian UMKM juga sudah banyak program dilakukan. Kolaborasi ini kita ditambah dengan partisipasi dari kalangan Perguruan Tinggi dan swasta,” terangnya.

Ditambahkan pula sektor pariwisata ini telah mengubah kehidupan masyarakat Petungkriyono melalui pertumbuhan ekonomimya, dulu daerah merah kemiskinan, sekarang sudah tidak.

Dalam kesempatan itu Bupati menunjukan video tentang Petungkriyono dengan tema rumah nyaman, rumah aman, rumah besar, dan rumah sehat untuk kita semua. Sekaligus mengajak para peserta webinar datang ke Petungkriyono untuk menikmati keindahan alam yang masih alami, jauh dari kerusakan dan pencemaran.