Peneliti Indonesia Temukan Obat Herbal untuk Cegah dan Sembuhkan Covid-19

by
Wawancara eksklusif Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain dengan Prof. Hadi Pranoto. Lampost.co/Umar Robbani

Kasus Covid-19 hingga saat ini di Lampung dan nasional mengalami peningkatan. Bahkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia telah melebihi jumlah kasus di Tiongkok.

Menghadapi kondisi itu berbagai negara telah melakukan berbagai upaya dan penelitian. Namun, hingga 7 bulan setelah penemuan kasus pertama di Wuhan, Tiongkok, belum ada negara yang berhasil menciptakan vaksinnya.

Namun belakangan, Prof. Hadi Pranoto, seorang peneliti asal Indonesia mengumumkan telah berhasil membuat obat herbal yang disebut bisa menyembuhkan infeksi virus korona.

Ia berhasil membuat obat herbal dengan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari dalam negeri.

“Semua bahannya berasal dari Indonesia, tidak ada yang impor,” kata dia dalam wawancara eksklusif dengan Lampung Post di Bandar Lampung, Rabu, 29 Juli 2020.

Ia menjelaskan obat herbal buatannya mampu membentuk antibodi yang bisa menangkal virus pada tubuh. Sehingga, lanjutnya, obat herbal tersebut bisa digunakan untuk mencegah terinfeksi virus Covid-19.

Tidak hanya itu, dia mengklaim semua pasien yang telah diberikan obat herbal buatannya berhasil sembuh. Menurutnya, obat itu bisa menyembuhkan pasien dari Covid-19 dengan cepat.

“Sudah kita bagikan, hanya sebagian kecil yang belum sembuh. Setelah konsumsi herbal ini paling lama lima hari dipastikan sembuh,” kata dia.

Saat ini, ia bersama tim riset mampu memproduksi 100 ribu botol herbal dalam sehari. Obat itu dikemas dalam botol berukuran 100 mililiter.

Saat ini, Hadi Pranoto menyebut ada sejumlah negara yang melakukan pemesanan. Namun, pihaknya saat ini belum mau memberikan herbal itu ke negara lain. Ia mendedikasikan hasil penelitiannya itu kepada masyarakat Indonesia.

“Saat ini kita fokuskan untuk masyarakat Indonesia, bahan-bahan semuanya berasal dari Indonesia, saatnya kita bangkit,” kata dia.

Hadi berharap pemerintah bisa membuka ruang dan dukungan yang luas bagi peneliti menjalankan riset.

Menurutnya, hal ini menjadi kesempatan Indonesia menunjukkan kemampuannya di mata internasional. Hal itu karena pandemi Covid-19 bukan hanya masalah di Indonesia, namun seluruh dunia.

Ia juga menambahkan hingga saat ini belum ada negara yang berani mengklaim menciptakan vaksin. Dengan begitu, menurutnya vaksin yang diimpor dari negara lain belum menjamin bisa berhasil.

“Agustus mendatang kita akan lakukan bakti sosial dengan membagikan herbal ini kepada masyarakat secara gratis,” kata dia.

Sedangkan untuk Lampung akan diagendakan karena provinsi ini juga menjadi daerah rentan yang diapit dua daerah yakni Palembang dan DKI Jakarta. (lampost)