Menguji Efektivitas Tanggul: Lindungi 5.000 KK, Keringkan 267 Hektar Wilayah

by
DIMANFAATKAN WARGA - Tanggul rob yang ada di wilayah Kelurahan Kandang Panjang kini dimanfaatkan warga untuk berkegiatan.

Khaerudin melanjutkan, berdasarkan data miliknya total wilayah yang berhasil ‘dikeringkan’ dengan adanya tanggul ini sekitar 267 hektar di wilayah Kota Pekalongan ditambah sekitar 85 hektar di wilayah Jeruksari, Kabupaten Pekalongan. Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya menjadi wilayah terdampak rob parah dan sudah berlangsung lebih dari 10 tahun.

“Rob yang terjadi di wilayah itu disebabkan dari meluapnya air laut dan menembus melalui tambak dan muara. Sehingga kemudian diputuskan konsep penyelesaian berupa pembangunan tanggul untuk menutup akses aliran air laut pasang ke wilayah pemukiman. Pada kejadian banjir rob terakhir, pada kondisi titik tertinggi air pasang elevasi tanggul masih di atas ketinggian air,” jelasnya.

Namun menurut Khaerudin, setelah pembangunan selesai kini harus mulai dipikirkan bagaimana menjaga dan merawat tanggul agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama. Salah satunya dengan menambah elevasi tanggul karena tiap tahun ketinggian rob terus bertambah.

*5.000 KK Terlindungi, Bandengan Bangkit Kembali

Efektivitas tanggul dalam menanggulangi rob, juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Lurah Kandang Panjang, Ahmad Fauzan menyatakan bahwa terjadi perubahan signifikan terhadap kondisi di wilayahnya antara sebelum dan sesudah adanya tanggul. “Yang jelas perbedaannya sangat terlihat, sangat signifikan. Jika sebelumnya 95% wilayah Kandang Panjang tergenang rob, kini sebaliknya. 95% wilayah kami kering,” tuturnya.

Dari sekitar 4.000 KK yang ada di wilayahnya, 3.800 KK dipastikan sudah tak menjadi korban banjir rob. Termasuk saat rob besar menerjang awal Juni lalu. “Wilayah Salam Manis yang dulu tak pernah kering, kemarin justru tidak terpengaruh sedikitpun adanya banjir rob. Manfaat tanggul sangat dirasakan masyarakat di wilayah kami,” tambahnya.