Bungkus Daging Kurban, Wali Kota Ajak Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan

by
IMBAUAN - Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz SE memberikan pernyataan tentang pentingnya menggunakan kemasan yang ramah lingkungan dalam membungkus daging hewan kurban.

KOTA – Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz SE mendorong warga untuk menggunakan kemasan daging yang ramah lingkungan. Hal itu dituangkan dalam surat Edaran Walikota Nomor 450/1894 Tahun 2020 tentang Himbauan Kemasan Daging Kurban yang Ramah Lingkungan.

Wali Kota menyampaikan, penggunaan kemasan yang ramah lingkungan bertujuan untuk melindungi warga dari munculnya bakteri atau penyakit yang berasal kemasan. “Gunakan kemasan ramah lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak menggunakan plastik sekali pakai ketika mendistribusikan daging kurban,” ucapnya.

Sebagai ganti kantong plastik, sambung Wali Kota, masyarakat diminta menggunakan alternatif pembungkus daging ramah lingkungan dan membawa wadah sendiri yang terbuat dari bahan ramah lingkungan saat mendistribusikan maupun mengambil hak atas hewan kurbannya. Menurutnya, penggunaan kemasan ramah lingkungan tersebut demi mengurangi sampah plastik dan mudah terurai secara ilmiah dibandingkan kantong plastik yang merupakan hasil dari proses daur ulang plastik bekas pakai serta mengandung zat karsinogen yang berbahaya bagi kesehatan.

Panitia kurban bisa menggunakan wadah yang ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun jati, kertas, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, atau bahan ramah lingkungan lainnya yang mudah dijumpai. Dengan demikian, kami berharap pengurangan kantong plastik saat pembagian daging kurban dapat menjadi bagian dari kampanye ramah lingkungan kepada masyarakat,” tegas Saelany.

Setiap hewan kurban yang dijual, Wali Kota juga menghimbau harus sudah dilakukan cek kesehatan oleh petugas kesehatan hewan setempat. Begitupula saat penyembelihan pun harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.