Miris, Bocah SMP Hamili Adik Kandungnya, Lahirkan Anak Laki-Laki

by
Ilustrasi: korban pemerkosaan. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

ND masih belia. Usianya baru 15 tahun. Namun, dia sudah harus berurusan dengan hukum. Kasusnya pun memilukan. Warga Kecamatan Tegalsari, Surabaya itu menghamili adik kandungnya sendiri.

Kasus tersebut terbongkar berkat laporan masyarakat ke polisi. Warga yang tinggal di sekitar tempat tinggal keluarga pelaku curiga dengan kondisi FN yang menjadi korban. Bocah yang kini berusia 13 tahun tersebut dikabarkan belum lama melahirkan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, kabar itu didalami anggotanya. Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) menelusuri tempat tinggal korban untuk memastikan. ”Informasinya memang benar,” katanya Senin (27/7).

Fakta mencengangkan didapat. FN ternyata dihamili kakaknya sendiri. ND bahkan mencoba pindah ke Waru, Sidoarjo, untuk menghilangkan jejak. Sebab, warga sekitar sudah menduga dia sebagai dalangnya.

ND diamankan polisi tanpa perlawanan. Bocah itu mengakui semua perbuatannya. Kepada penyidik, dia menyebut kali pertama menggauli adiknya pada 2018. ”Waktu adiknya masih SD,” kata Sudamiran.

Menurut dia, penanganan perkara itu berbeda dengan kasus asusila biasa. Sebab, pelaku dan korbannya masih di bawah umur. Jajarannya harus melibatkan banyak pihak dalam melakukan proses hukum.

Berdasar pengamatannya, akar permasalahan itu adalah keluarga. Namun, dia tidak mau menyalahkan siapa pun. Yang pasti, latar belakang keluarganya dari ekonomi menengah ke bawah.

Sudamiran menerangkan, keluarga tersebut tinggal di bangunan yang tidak begitu besar. ND dan adiknya selama ini tidur di satu kamar yang sama. ”Harusnya dipisah ketika anak sudah mulai remaja,” tuturnya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama menambahkan, pelaku berbuat tidak hanya sekali sampai korban mengandung. ”Keluarga baru tahu setelah perut korban kelihatan membesar,” paparnya. Lantaran merasa aib, kejadian itu ditutupi. Hingga, FN akhirnya melahirkan pada awal bulan lalu.

FN dibawa ke kampung halaman untuk melahirkan. Namun, kejanggalan itu tetap saja terendus oleh lingkungan sekitar. Kejadian miris tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. ”Korban saat ini sudah melahirkan bayi laki-laki,” ucap polisi dengan dua balok di pundak itu. (jawapos)